Nasib malang Peugeot 405 SR

Peugeot 405
Peugeot 405, Rideron saat masih terbengkalai di bengkel sebelum di bersihkan dan disimpan ke garasi rumah

Kasamago.com – – Sebuah kisah yang terjadi dalam kehidupan pribadi keluarga saya. Alkisah, kakak kandung saya menderita sindrom kronis bin akut yang begitu meresahkan dan memusingkan orang tua yakni ingin dihadiahkan mobil sedan bekas.

Singkatnya, permintaan kakak saya yang begitu syahdu, tulus dan mendalam ini akhirnya direstuai orang tua. Sedan pilihan kakak saya waktu itu adalah Nissan Sunny Tahun 1992, Mobil tua yang masih sedikit elegan.

Mujur tak diraih, keinginan untuk memiliki sedan Sunny gagal total ketika kakak saya divonis kena Flek Paru-Paru Akut dan biaya pembelian mobil terpangkas banyak. Setelah kondisi kakak saya berangsur baik, demi mendorong semangat penyembuhan, Saya sekeluarga sepakat membelikan mobil jenis sedan kembali.

Masalah timbul ketika dana yang ada tidak mencapai 20 juta !, Sulit menemukan mobil elegan dengan harga kritis banget. Jikapun dapat mobil bagus harga murah drastis, jelas butuh biaya perawatan besar dan pemulihan pajak kendaraan yang biasanya telat menahun.

Nissan Sunny
Pilihan Mobil sesungguhnya

Ford Laser

Akhirnya, Solusi ada pada Ford Laser. Mobil sedan yang terkenal sebagai taksi di era 90 an, perawatan murah dan model masih menarik dipandang. Sayang, sangat sulit menemukan laser yang dijual dalam kondisi terawat harga merakyat banget. Setelah satu minggu bergerilya dan berjibaku, bendera putih berkibar tanda menyerah. Ford Laser tersisihkan dari daftar target, Sekeluarga kembali pusing mencari pilihan sedan lainnya.

Peugeot 405 SR

Ketika berselancar di Situs Jual beli dengan parameter mobil sedan, harga dibawah 20 juta, pajak hidup, tahun 1990an, maka segera terpampanglah sebuah mobil sedan elegan, terkesan mewah bin premium yakni Peugeot 405SR.  Sedan Large Family Car  besutan pabrikan asal prancis yang begitu asing diucap namanya.

Peugeot 405 bergentayangan di tanah air pada tahun 1989 – 1997, diimport dan didistribusikan oleh Perusahaan Gaya Motor. Dimasanya, Peugeot 405  berperan sebagai pesaing dari sedan BMW dan Mercedez Benz.

Gagal bersaing dengan BMW dan Mercy, Peugeot 405 menjadi sedan yang begitu esklusif karena mungkin hanya kalangan terentu yang rela meminangnya. Peugeot 405 hanya meraih kesuksesan di negeri Persia alias Iran, hingga kini Peugeot 405 masih banyak terlihat dijalanan Iran.

Merawat si Singa Tua

Peugeot 405 SR didapatkan dari Kota Bandung dalam suatu event jual beli mobkas jalanan. Setelah tiba dirumah, sang Peugeot lantas mendapat perawatan semestinya. Beruntung, kakak saya mengenal montir handal spesialis mobil Eropa.

405 SR begitu anteb (kokoh) dikendarai dalam kecepatan tinggi, bahkan melewati jalan bergelombang dan berlubang tak begitu terasa, sistem peredamannya begitu Ok banget. Kenyamanan mobil tua ini dijaman sekarang saya samakan dengan Innova. Mobil eropa memang terkenal mengutamakan kenyamanan dan menyepelekan asupan bahan bakarnya.

Dengan enjine XU9 SOHC 1900cc – 71 kW (97 hp) Peugeot 405 di usia tuanya ternyata masih mampu mengimbangi sedan sedan masa kini. Ini terbukti kami sekeluarga memakainya untuk silaturahmi ke rumah embah, ketika pula melewati jalanan mulus berliku Lumbir – Wangon, 405 yang dikemudikan kakak saya berhasil mengekor sebuah sedan tahun 2000an.

Kakak saya bilang sebenarnya 405 kuat buat menyalipnya, tetapi karena kondisi pintu mobil 405 sedang oblak, kakak saya khawatir pas nyalip dalam kecepatan tinggi, pintu mobil bisa bergoyang. Wah.. mantab !

Secara interior, Peugeot 405 SR masih belum ketinggalan jaman. Tape orisinilnya berfungsi baik dengan speaker ngebass mendayu dayu, Panel Indikator Digital dan sejumlah kompartemen yang mendukung menyimpan minuman/barang.

Peugeot 45 Modifikasi Peugeot 45 yang diidamkan

Quo Vadis

Si  Singa Tua hanya bertahan 1 tahun saja sebagai kendaraan kakak saya. Biaya operasional yang tinggi, plus Biaya perawatan yang berat membuat 405 SR yang saya namai Rideron ini mangkrak di garasi. Pada awal 2015, Rideron diderek ke bengkel guna diperbaiki. Karena ketiadaan anggaran, Rideron terbengkalai di bengkel dari 2015 hingga pertengahan 2016 lalu.

Kini, Takdir seolah mengeluarkan Inkrah, keputusan tetap agar Rideron yang sekarang sudah kembali ke garasi untuk dijual saja ketimbang menjadi fosil. Realita menyedihkan… Adik saya yang berikrar untuk menghidupkan Rideron kembali belum juga terwujud.

Andaikata Rideron terpaksa di jual, mau dihargai berapa ya?? Ogah jika harus terjual dengan harga rongsokan, karena keluarga telah menganggap Rideron bukan hanya sekedar mobil tetapi bagian dari keluarga yang sudah sulit disembuhkan dari koma panjangnya.

Harapan Terakhir

Kini, legacy kepemilikan Rideron beralih pada Adik saya. Entah akan dijual atau tetap dipertahan semua terserah pada keputusan Adik saya. Karena penuh kenangan, adik saya begitu jatuh hati pada Peugeot 405 SR, apalagi adik saya adalah penggemar film Taxi dimana Peugeot 406 menjadi lakonnya. Jika Anggaran sudah siap, impian adik saya adalah menyulap rideron menjadi Peugeto 403 di film Taxi.

Saya sendiri berharap ada keajaiban, tiba-tiba ditelpon dari acara sejenis Pimp my Ride dan memberitahukan bahwa Rideron terpilih sebagai mobil yang akan didandani total dengan biaya gratis. Tangis bahagia bakal menggelegar jika itu terjadi.. sayang program Pimp my Ride sudah tak ada kabarnya lagi.

Une voiture tres Agreable, Magnifique !

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *