Novel Gajahmada, Sang Perangsang ala novel-novel Dan Brown

Kasamago.com – – Jauh sebelumnya, aktifitas membaca sebuah buku atau sejenisnya dengan jumlah halaman diatas 200 lembar adalah hal yang memuntahkan, disusul dengan mata pedas berair, telinga berasap, dan hidup mimisan. Aktifitas membaca hanya terbatas pada Komik, Manga, Manhwa, Ensiklopedia, Surat Kabar, Majalah dan Buletin dimana semuanya memiliki halaman kurang dari 200 lembar, tetapi “penyakit” ini sirna ketika saya dipertemukan dengan sebuah Novel berjudul the Lost Symbol, karya Dan Brown.

Dan Brown adalah sesosok novelis terkenal sejagad berkat karya novel nya berjudul The Davinci Code yang telah diadaptasi ke layar lebar bersama Novel Angel & Demon. Bermula dari Lost Symbol, karya-karya Dan Brown yang lain pun Saya hisap habis habisan, menyisakan Novel Inferno seorang. Praktis, berkat rangsangan dan racun dari Novel Dan Brown itulah, untuk pertama kalinya Saya mampu membaca Novel setebal 3 cm. Kini, dari dalam negeri sendiri, saya pun mendapat racun yang serupa dengan Dan Brown, dialah Novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi.

Sang Novelis tak kalah piawai dalam menginstrumentasikan samudra kata yang mampu memabukan mata pembacanya, dimulai sejak lembar pertama, mata seolah sulit terpejam sebelum isi novel habis saya baca, persis dengan apa yang dialami dengan novel-novel Dan Brown.

Bisa dikata saya termasuk golongan paling telat dalam menikmati novel Gajah Mada karena ternyata sang Novel dirilis pertama pada tahun 2004 silam, disusul dengan seri selanjutnya berturut turut hingga komplit menjadi 5 seri lengkap novel Gajah Mada (Gajah Mada, Gajah Mada 2, Gajah Mada 3 : Hamukti Palapa, Gajah Mada 4 : Perang Bubat, Gajah Mada 5 : Madakaripura Hamukti Moksa). Perkenalan pertama dengan Novel Gajah Mada ada di seri Keduanya yang berjudul Gajah Mada 2 : Bergelut Dalam kemelut Tahta dan Angkara, yang berkisah tentang perjuangan Gajah Mada dan para Bhayangkara menyelamatkan Majapahit dari pemberontakan pasca wafatnya Raja Majapahit Sri Jayanegara yang diracun Rakrian Tanca.

Membaca Novel ini bagaikan menikmati dan merasakan sendiri bagaimana kehidupan Majapahit khususnya petualangan Pemimpin pasukan Khusus Bhayangkara Gajah Mada. Sulit rasanya untuk tidak membuka lembar demi lembar berikutnya, semua kisah dituturkan dengan begitu epik, membuat saya terlena membacanya dari pagi hingga larut malam.

Efek Novel Gajah Mada

Novel Gajah Mada sukses membuat saya kembali mengagumi kebesaran Majapahit pada khususnya dan peradaban Nusantara pada umum nya, banyak hal yang saya dapatkan dari sang Novel, mulai dari istilah-istilah sejarah, nama-nama orang dijaman kerajaan, taktik dan strategi bala tentara Majapahit, hingga penggambaran ibukota kerajaan Majapahit, Kotaraja berikut gerbang megahnya yang bernama PurwaWaktra. Dari novel inilah, saya dapat membayangkan bagaimana wujud imajiner istana megah Kerajaan majapahit dan kondisi ibu kotanya, bayangan ini membawa pikiran terbang ke Ibukota Tiongkok, Beijing.

Di kota inilah berdiri Istana megah kekaisaran China yang bernama Kota Terlarang, bayangan kebesaran Istana Majapahit sulit saya pisahkan dari keindahan Arsitektur Kota Terlarang. Mungkinkah Istana Kerajaan Majapahit semegah kota terlarang, atau justru lebih megah? Semoga..

Dari kelima seri Novel Gajah Mada karya langit Kresna Hariadi, baru dua seri yang saya tamatkan, menyisakan 2 novel lain dalam masa tunggu, dan 1 novel terakhir yakni seri ke lima yang belum saya temukan baik fisik maupun ebook nya. Harapan untuk menemukan kembali novel Gajah Mada di rak buku agaknya sekarang agak sulit didapat, kecuali melalui media Online. Ada secuil rasa menyesal saat dahulu, tepatnya 6 Tahun silam dimana saya sempat melihat tumpukan Novel Gajah Mada berserakan dan terdisplay dengan sangat provokatif yang menandakan sang Buku masuk dalam daftar Best Seller, Sayang Saat itu, niatan dan minat terhadap Novel masih jauh dari angan,

so.. Keindahan kadang datangnya belakangan, sekarang Saya harus menikmati segala keterlambatan ini dengan ikhlas, tulus dan segera tancap gas agar tak mengalami ketertinggalan yang serupa lagi.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *