Nyoba ganti GPN, Sayonara Mastercard

GPN
Nyoba GPN – pic by Kasamago.com

Kasamago.com – – Entah kenapa negara sebesar Indonesia selalu agak terlambat diantara negara kawasan, dalam menerapkan teknologi yang menaungi hajat hidup orang banyak.

Awal bulan Agustus 2018 lalu, Bank Indonesia memperkenalkan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) kepada publik sebagai jawaban melepas ketergantungan dari perusahaan Visa dan MasterCard dalam transaksi Elektronik.

Nyoba GPN

Merasa terpanggil oleh Ibu Pertiwi guna menyukseskan produk nasional, saya langsung antusias begitu mengetahui ada event launching GPN di Alun Alun Purwokerto.

Nasabah dapat menukarkan kartu debit / ATM lama nya dengan kartu debit baru berlogo GPN, Syarat nya cukup bawa KTP.  Sehabis bergowes kilat, saya memacu kuda besi ke TKP. Langsung menuju gerai Bank yang dituju, seorang mbak mbak manis menyambut saya dengan berkah, Lalu mengantarkan saya ke mobil penukaran.

Setelah proses pengambilan sidik jari, isi daftar penukaran kartu dan konfirmasi password, kartu debit GPN pun diserahkan pada saya. Hanya sekitar 10 menit proses nya.

Sayonara Mastercard

Dari info media, Visa dan Mastercard mengambil fee / charge sebesar 0,8 % dan 0,85% dari setiap transaksi. Sebagai nasabah tentu tak merasakan adanya potongan ini karena di beban kan kepada pihak Bank, dimana ujung nya Nasabah yang menanggung nya melalui biaya administrasi.

Sekilas sepele dan ga ngaruh namun jika dikalikan dengan seluruh transaksi yang ada wuiihh.. gede nilai nya (konon mencapai ratusan milyar dolar).

Kedua fee perusahaan raksasa ini jika digabung menjadi 1,65% sedangkan GPN menetapkan fee 1 % saja. lalu lintas transaksi tidak perlu lagi melalui server Amerika yang memakai biaya 2 milyar dolar, tetapi sudah mandiri memakai server di dalam negeri.

Masa depan GPN

Sebelum Indonesia mencetuskan GPN, beberapa negara asia sudah lebih dulu. Malaysia dengan MEPS (Malaysian Electronic Payment System), Singapura NETS (Network for Electronic Transfer) dan China dengan Union Pay.

Bisa dikata, sistem pembayaran elektronik sudah menjadi bagian integral dari kedaulatan, kemandirian dan kepentingan nasional. So GPN jelas sangat dinanti kehadiran nya dan wajib di dukung.. soal kenapa baru sekarang, entahlah.. mungkin terkendala kesiapan teknologi nya.

bagi saya pribadi dan mungkin nasabah pada umum nya.. soal provider atau penyedia sistem pembayaran elektronik berpindah dari produk asing ke dalam negeri ga begitu kentara selama proses transaksi berjalan normal. Namun dilihat dari kacamata negara, GPN adalah wujud Kedaulatan, Kemandirian dan Kepentingan Nasional.

Last.. semoga GPN sukses menggantikan dominasi Visa dan Mastercard baik secara penggunaan maupun teknologi.. Remain to be seen.

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *