Pancasila sejati adalah versi 18 Agustus bukan 1 Juni

Pancasila
Pancasila – pic by Kompas

Kasamago.com — Pada tahun 2016 hadir kepres No 24 tahun 2016  yang membuat tanggal 1 juni sebagai hari libur nasional merayakan kelahiran pancasila. Nyatanya, ini sangat Ahistoris, pembelokan fakta dan dapat berpotensi melawan Ideologi Pancasila itu sendiri.

Mengapa..? Pancasila 1 Juni 1945 bukanlah Pancasila yang di sepakati ,kemudian di tetapkan sebagai falsafah ideologi negara . Pancasila versi 1 juni masih berupa gagasan, konsep, usulan dari Bung Karno yang berisi : Nasionalisme (kebangsaan Indonesia), Internasionalisme (Perikemanusiaan), Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. See.. sangat jauh berbeda dengan butir Pancasila yang kita kenal selama ini bukan.

Pancasila adalah Buah keringat para Ulama

Tanah nusantara yang kemudian di kenal sebagai Indonesia dahulu nya merupakan wilayah dengan banyak kerajaan, Aceh, Sumatra ,Riau, Palembang, Banten, Mataram,Pontianak, Bugis, Ternate,Bali, dll.. Belanda sendiri pun baru mutlak menjajah Nusantara di tahun 1825 setelah peristiwa Java Oorlog atau Perang Jawa yang legendaris itu. Sebelum nya.. Wilayah nusantara khusus nya Jawa di kuasai kelompok bisnis VoC ,kemudian Perancis dan Inggris.

Islam memiliki andil besar dalam perjuangan melawan penjajahan.. Islam mengajarkan umat nya untuk membela bangsa dan tanah air, Menjunjung kehormatan, Mati Syahid atau Hidup hina menjadi pilihan.

Dalami sejarah kembali, setiap upaya perjuangan atau penjajah menyebut nya pemberontakan ada sumbangsih ulama dan Islam di dalam nya. Sangat wajar bila Pancasila sangat berintisari kan Al Quran, Piagam jakarta sebagai akar Pancasila saat ini sangat bernafaskan Islami dan menerapkan sistem Khalifah.

Islam, ulama dan umat nya sangat menghargai toleransi ,sehingga demi menghormati wilayah yang sebagian besar non muslim ,kalangan muslim berbesar hati mengganti sila pertama ketuhanan yang berdasarkan Syariat Islam menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Hebat nya, meski diganti namun marwah substansi nya tetap ada yakni Tauhid, menyumbang kepada yang Esa. Kabar nya, yang memilih diksi perubahan ini adalah Pemimpin Pemuda Muhammadiyah saat itu.

Last, sungguh lucu dan konyol bila ada pihak yang menuduh Islam intoleran, radikal, pemberontak ,teroris dan sebagai nya. Mana mungkin ,Kekuatan terbesar yang melahirkan Republik Indonesia mau menghancurkan negara yang sudah susah payah di lahirkan nya. Mereka yang hobi menuduh Islam dan memaksakan 1 Juni sebagai Pancasila adalah para pengkhianat sesungguh nya yg melanggar kan UU no 27 tahun 1999 pasal 107 dengan ancaman 12 tahun Penjara.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *