Pariwisata dan TKI, 2 Komponen Penting untuk Meningkatkan CAD Indonesia

TKI
TKI – Hipwee

Kasamago.com – – Current Account Deficit atau CAD adalah masalah utama perekonomian Indonesia. CAD yang tinggi mengindikasikan kalau nilai tukar Rupiah bisa sangat rapuh jika terjadi gejolak di perekonomian global. CAD yang minus biasanya berasal dari nilai impor yang lebih besar dari nilai ekspor. Indonesia adalah negara berkembang, artinya tidak menjadi masalah jika nilai impor kita lebih tinggi dari ekspornya, asal dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Namun tetap saja, nilai CAD yang terlalu tinggi sedikit banyak memberikan sentimen negatif ke perekonomian nasional.

Namun, ada dua komponen utama yang bisa difokuskan supaya nilai CAD tidak semakin dalam. Yang pertama adalah sektor pariwisata dan yang kedua adalah remittance. Komponen remittance ini cukup unik karena Indonesia cukup bergantung akan remittance dari Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.

Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang bekerja di luar negeri sekitar 3-4 juta orang. Jumlah ini kurang lebih sama dengan tenaga kerja Filipina, namun nilai remittance Indonesia sangat jauh tertinggal dari Filipina. Remittance Filipina mencapai US$ 30 miliar sedangkan remittance Indonesia hanya mencapai US$ 10 miliar.

Mengapa bisa begitu? Kunci masalahnya adalah penguasaan bahasa. Tenaga kerja asal Filipina umumnya sudah memiliki keahlian berbahasa yang cukup sehingga pendapatannya bisa lebih besar sehingga remittance yang dikirim ke negara asal juga lebih besar. Jika saja TKI kita memiliki keahlian berbahasa yang lebih mahir, bisa saja CAD nasional yang sebesar minus US$30 miliar itu bisa terbantu setengahnya dari dana remittance TKI.

Berdasarkan data, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengirim dana remittance mencapai US$ 2,7 miliar atau setara dengan Rp 38 triliun hingga kuartal III-2018 kemarin. Nilai dana remittance ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding kuartal III-2017 yang hanya sebesar US$ 2,1 miliar atau Rp 29,8 triliun.

Dana remittance dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kebanyakan berasal dari salah satu Timur Tengah yakni Arab Saudi. Dana remitansi dari TKI yang bekerja di negara ini mengirimkan US$ 984 juta di kuartal III-2018.

Untuk dana remittance dari negara-negara lainnya, silahkan cek tabel dibawah ini.

Wilayah

Jumlah TKI

Dana Remittance

ASEAN 1,99 juta orang US$ 873 juta
Asia (diluar ASEAN) 469.000 orang US$ 676 juta
Timur Tengah 1,06 juta orang US$ 1,1 miliar
Amerika Serikat 8 orang US$ 33 juta
Eropa 6 orang US$ 13 juta

Dana remittance dari TKI memang besar, namun nilainya bisa jadi berkurang akibat terpotong nilai tukar atau biaya-biaya yang tidak perlu. Oleh karena itu digibank by DBS datang dan menawarkan digibank transfer valas untuk menyelesaikan masalah ini.

Transfer Valas
Valas – Kumau.info

Transfer valas merupakan salah satu fitur layanan yang ada pada aplikasi digibank by DBS. Dengan menggunakan aplikasi ini, kita dan partner bisnis kita di luar negeri dapat melakukan kegiatan remittance tanpa perlu mendatangi kantor cabang.Semua proses dapat dilakukan dengan mudah. Yang diperlukan hanya sebuah smartphone dan akses internet yang stabil.

Selain bisa melakukan kegiatan remittance dimana saja dan kapan saja, digibank transfer valas juga menggratiskan biaya transfer valas untuk di 7 mata uang USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP dan lebih dari 20 negara tujuan. Namun, supaya bisa menikmati kemudahan ini kamu perlu melihat syarat dan ketentuan yang berlaku.

digibank transfer valas juga menawarkan nilai tukar mata uang yang kompetitif sehingga transfer yang akan kamu lakukan akan semakin murah. Yang paling menarik adalah proses transfer valas yang dilakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga transaksi belum melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Cara menggunakannya pun mudah. Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri hanya perlu dilakukan hanya menginstall aplikasi digibank by DBS. Setelah itu, pilih menu “Transfer” lalu klik “Transfer Valas”. Di layar selanjutnya, klik “Tambah Penerima” lalu pilih negara yang dituju dan mata uangnya. Setelah itu, silahkan pilih bank dan lengkapi detail penerima. Masukkan jumlah dana yang akan dikirim dan lalu klik “lanjut”  untuk menyelesaikan transaksi transfer valas yang tadi dilakukan.

Cara pakai digibank transfer valas memang sangat mudah dan praktis. Dengan kemudahan seperti ini, pemerintah hanya perlu fokus pada pengembangan kompetensi para TKI saja agar nilai remittance-nya dapat membantu defisit neraca nasional.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *