Pengalaman kena Tilang untuk pertama kalinya

Kasamago.com – – Rabu, 16 Maret 2016 adalah sebuah tanggal yang penuh kenangan, Bukan untuk memperingati bergabungnya Crimea ke pangkuan Federasi Rusia tetapi merupakan hari bersejarah dalam kehidupan saya, kehidupan berkendara roda dua yang penuh mara bahaya.

Intro

Siapa sangka, Rabu pagi yang indah sejuk adem dan tenang itu berubah menjadi horor mencekam menegangkan tetapi santai dalam sekejap. Dinamika yang begitu cepat dan tak terduga oleh saya sama sekali. Pagi itu, Pekerjaan saya sebagai abdi dalem Freelance Kekaisaran Langit mendapat perintah tugas dari Senopati untuk mengantarkan Softcopy bahan paparan diskusi ke Instansi Perijinan milik Kekaisaran.

Singkatnya, di Kantor Perijinan saya diterima oleh resepsionis yang aduhai cantik dan semok nya. Setelah berbahagia berhasil mendapatkan Pin BB sebagai media aktual mengeluarkan jurus SSI. Saya pun bergegas pulang menuju markas besar Tentara Langit milik Kekaisaran, tempat saya bertugas sebagai abdidalem Freelance. Karena bosan melewati rute berangkat tadi, di perempatan lampu merah saya pun memilih memakai rute berbeda. Hanya berselah sekian detik dari perempatan, saya tersentak oleh hadangan siluman Petugas Lantas Kepolisian.

Kenapa siluman? Apes, radar motor saya gagal mendeteksi aktifitas didepan bahwa ternyata sedang ada operasi penegakan disiplin berlalu lintas bernama Operasi Simpati Piramida 2016. Pengaruh kemolekan sang Resepsionis ternyata tanpa sadar telah menonaktifkan sistem deteksi dini (AEW&C) dan pemindaian (AESA Radar).

Proses tilang

Berbagai upaya persuasif pun Saya upayakan karena merasa tidak ada yang melanggar dan kurang. Ketika petugas meneriakan “Nyalakan Lampu Depan !”, saya baru sadar, motor saya yang bernama Auto Vajin tidak memiliki fitur AHO dan saya sendiri pun gak terbiasa menyalakan lampu depan di siang hari, Ini Negara Tropis bukan Eropa pikir Saya. Mengandalkan seragam sebagai abdidalem Freelance Tentara langit Kekaisaran ternyata tidak digubrik oleh petugas, salut atas dedikasinya tanpa pandang bulu menegakan peraturan.

Karena mengakui kesalahan tidak menyalakan lampu sesuai UU  No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 293 ayat 2 :

 (2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Saya pun dengan ikhlas menerima hadiah kenangan selembar Kertas Tilang warna Pink (disebutnya Merah padahal aslinya keliatan Pink Banget). Sesuai yang tertera di Kertas Tilang, saya wajib mengikuti Sidang pada 24 Maret 2016 pukul 09.00 WIB.

Sidang, denda

Seminggu pun berlalu, kisah Penilangan saya sudah di ceritakan ke hampir seluruh teman dan terutama atasan, Senopati saya yang memberi perintah mengirim Softcopy. Respon nya? Ada yang tertawa, ada yang ngelus dada dan ada yang kaget tidak percaya karena selama ini, Abdidalem Tentara Langit Kekaisaran terkenal anti tilang atau pinter merayu Petugas Lantas agar diloloskan. Kasus saya menjadi anomali, anti mainstream dan sangat menodai rekor yang telah diraih Abdidalem Tentara langit.

Karena tidak mendapat ijin mengikuti Sidang dan disarankan datang ke Pengadilan pasca Jam Istirahat Siang oleh Senopati ,saya pun terpaksa menurut himbauan beliau. Jam Setengah dua siang, bersama seorang Teman saya menuju Pengadilan, saya memasuki ruangan bersama tiga orang lain yang kena tilang. Ketika nama saya dipanggil, oleh petugas pengadilan saya langsung diinformasikan untuk membayar denda sebesar Rp. 40 Ribu, ya 40 Ribu saja. Jauh dari Kekhawatiran bakal dikenakan denda besar. Semua proses pengambilan SIM C saya yang ditahan tidak sampai 10 menit.

Last, kejadian ini benar-benar menjadi semacam warning bagi saya untuk selalu fokus berkendara dan mengecek kelengkapan kendaraan agar safety riding sesuai UU. Selain bikin malu karena ditilang, juga sangat mengganggu kenyaman berkendara karena salah satu kelengkapannya di sita oleh pengadilan.

Keep Safety Riding !

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *