Pengalaman Perdana mengalami Gejala Demam Berdarah

Kasamago.comWhat your say its what your Get, Sabtu pagi 09 April 2016 menjadi suatu pengalaman baru lagi dalam kehidupan Saya sehari-hari. Dan seperti biasa, sebuah pengalaman berharga yang mungkin sulit terlupakan karena lebih berupa ‘Penderitaan’ ketimbang ‘Kebahagiaan’.

Intro

Pagi itu, tak ada tanda-tanda atau petunjuk apapun yang mengatakan ada sesuatu yang tidak beres dalam kesehatan saya. Gejala mulai perlahan dirasakan setelah saya Mandi kemudian sarapan pagi. Sebuah gejala yang sulit dikatakan tetapi sangat terasa, hingga pada siang hari nya, gejala ini menunjukan kepastiannya. Tiba-tiba saya dihinggapi kepala pening, nyut nyutan, hampir mengganggu keseimbangan serta badan mulai menggigil (Meriang), seluruh sendi pun terasa linu.

Perasaan khawatir dan was was saya pun bangkit, Feeling tidak enak akan gejala tubuh pun mulai memaksa otak membuka database tentang kesehatan, dan jawaban terfokus diantara gejala serangan Virus, DBD ataupun Tipes. Benar saja ketika bertanya Paman Google agar lebih pasti, gejala tadi yang Saya rasakan terbukti benar dan pilihan jatuh pada Demam Berdarah. Aiiisssh.. Gila !! mimpi apa semalam, sangat diluar dugaan dan sedikit surprise akan “hadiah” super mendadak ini.

Perasaan Pola 3 M (Menutup, Mengubur/Membuang, Menguras) yang didengungkan Pemerintah sebagai upaya pencegahan DB rajin Saya aplikasikan. Dan juga di hari sebelumnya, Aktifitas dan Konsumsi Makan/Minum Saya masih berada di koridor kesehatan, sehingga sulit rasanya jika tiba-tiba terserang penyakit. Berasa orang sehat tiba-tiba terjangkit Virus Zombie. Dalam benak, mungkin ini tulah atau karma karena beberapa hari sebelumnya Saya berkata ke seorang teman, bahwa teman saya mengidap Virus Berbahaya, Zika. Ucapan bernada menakut nakuti dari Saya justru berbalik arah pada Saya sendiri.

Upaya Pengobatan

Karena demam tak kunjung reda sejak Sabtu Sore hingga Minggu Pagi, siang harinya Saya pun segera memutuskan bersilaturahmi ke Klinik Langganan. Karena mungkin cuaca ketika ini kurang bersahabat dengan tubuh (Bisa jadi Pancaroba), banyak banget pasien yang membludak di Klinik ini, sebagian besar anak-anak. Selain ramai, ternyata Klinik tengah mengalami Renovasi Bangunan sehingga cukup membuat bingung ketika mendaftar maupun menunggu panggilan. Hampir 2 Jam Saya berada di Klinik tersebut, paling lama adalah menunggu antrian untuk cek Tensi darah. Setelah mengutarakan gejala dan diperiksa Dokter, Si Dokter pun langsung menyinggung masalah Demam Berdarah. Dan benar saja, 3 Hari kemudian saya harus cek darah di Laboratorium.

Obat dari Klinik terdiri dari Obat penurun Panas yang harus disantap 4 jam sekali, Anti Biotik, dan Mual. Keesokan Harinya, Demam naik turun kondisinya, kadang turun kadang naik lagi, tidak stabil dan ini sinyal mengkhawatirkan !! Ibu saya yang juga turun khawatir segera turun gelanggang, Bantuan Ibu saya adalah sebuah kapsul misterius semesterius dengan Kapsul APTX 4869 yang mengerdilkan Shinichi Kudo menjadi Conan Edogawa.

Ajaibnya, pasca menelan kapsul tersebut demam berangsur menurun dan stabil, luar biasa ini kapsul. Ketika ditanya Ibu saya enggan menyebut dimana, merk dan khasiat si kapsul. 3 Hari berlalu dan kini saatnya Saya cek darah di Laboratorium yang harus siap disuntik rasa bosan karena menunggu hasil cek darah bisa mencapai puluhan menit. Hasilnya, Jumlah Trombosit saya memang anjlok meski tidak parah, dari nilai normal 150 ribu, Trombosit saya 130 ribu, benar saja gejala pusing, linu dan demam saya rasakan.

Untunglah hal ini cepat saya antisipasi dan cegah, kebanyakan bagi mereka yang terkena gejala DB, konon ketika diperiksa kondisinya sudah terlambat dan jumlah Trombosit darah nya luar biasa anjlok. Nilai trombosit saya masih bisa ditolerir dengan upaca pengobatan sesegara mungkin agar jumlah trombosit normal kembali.

Setelah Cek Darah, Saya langsung secepat operasi BlietzKrieg melahab obat pendukung meningkatkan jumlah Trombosit darah, antara lain Jambu Merah, Buah Naga, Sari Kurma dan obat alternatif China yang juga direkomendasikan oleh Dokter yakni Angkak. Angkak berwujudu beras merah tua, Air hasil rendamanlah yang diminum sebagai obat, rasanya ?? Juangan tanyaa.. Pahittt sepahit pahitnnya jamu pahit.. Perut langsung mual dan muntah bila minum segelas penuh. Sebenarnya ada Angkak yang lebih manusiawi, wujudnya sudah dikemas dalam bentuk Sirup sayang di Toko Obat China stok lagi kosong dan lagi harganya cukup buat beli hape biasa.

Last, setelah digerojok dengan banyak ‘Vitamin’ diatas, berangsur kondisi mulai fit hanya rasa lemas yang tersisa, setelah cek darah kedua kalinya. Alhamdulilah, Jumlah Trombosit kembali di atas batas minimum. Meski Trombosit kembali normal, konsumsi “Vitamin” terus saya lakukan hingga benar-benar tubuh bugar kembali.

So, Jika lingkungan tinggal kita aman dan bersih dari potensi sarang-sarang nyamuk itu bukan menjadi suatu jaminan. Gigitan nyamuk Aedes Aegypti  dapat terjadi dimana saja kapan saja. Waspada, perkuat daya tahan dan selalu gelorakan gaya hidup sehat. Pasca Pulih kembali, Saya baru diberitahu Ibu bahwa sang Kapsul misterius ternyata obat alternatif berbahan Cacing !!! Untung sudah sembuh. Terima Kasih Ibu. [] Adios Amigos

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *