Pengalaman Tragis telat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Honda CB150R Streetfire

Kasamago.com – – Pengalaman memang pahit, tapi itu menjadi pelajaran berharga yang tak ternilai. Sedikit saya akan share perihal suka duka saya dalam menebus kesalahan terhadap Negara karena lalai dalam membayar pajak selama hampir Satu Tahun.

Biasanya, urusan pajak memajak telah menjadi hal krusial dalam tradisi keluarga, dimana sebelum hari jatuh tempo orang tua saya dari dulu selalu mewanti wanti untuk segera membayar pajak tepat waktu. Baru ditahun 2015 lalu, ketika waktunya membayar pajak Kendaraan bermotor, Saya entah kenapa merasa sangat malas untuk membayar Pajak, dokumen kumplit, budget telah dianggarkan tetapi saya selalu menunda nunda dan menganggap remeh telat membayar pajak.

Karena katanya, dari cerita teman-teman, mau telat satu hari, seminggu, sebulan dihitungnya setahun dan dendanya tak begitu memberatkan rekening. Informasi inilah yang membuat saya memutuskan berleha leha dan santai menghadapi ketelatan Pajak. Setelah Pemerintah Provinsi menurutkan Aparat Satpol PP bersama Instansi terkait melakukan operasi kendaraan yang belum membayar Pajak, seketika itu pula tiba-tiba saya tersadar dari tidur panjang tanpa pajak. Merasa tak nyaman karena terus menelantarkan kendaraan tanpa dokumen yang aman, saya pun membuat keputusan heroik untuk segera membayar keterlambatan Pajak kendaraan Bermotor.

Berangkat pagi-pagi sekali, saya segera meluncur ke lokasi dimana Bus Samsat Keliling nongkrong. Ketika berbincang dengan petugas Samsat itulah akhirnya saya tersadar dan kaget akan berbagai kekeliruan informasi yang saya dapat tentang telat membayar pajak. Ternyata oh ternyata, telat tetap dihitung berjangka dalam hitungan bulan sehingga anggapan mau telat berapa minggu atau bulan dihitung setahun itu adalah kesalahan besar.

Samsat Cepat hanya melayani pembayaran pajak dengan toleransi keterlambatan dibawah 7 Bulan, Saya disarankan menuju ke Samsat pusat, sekalian mengambil plat nomor yang sudah setahun lebih tidak saya ambil. Sampai di samsat pusat jam 8 pagi, tetapi petugas masih belum nampak semuanya, walhasil terpaksa menunggu setengah jam kurang untuk menyaksikan petugas samsat serius memulai pekerjaannya.

Setelah mengambil Plat Nomor saya kembali mengantri di loket penyerahan berkas, selang 15 menit nama saya di panggil dan mengantri lagi di loket pembayaran. Karena mendapat nomor antrian pendek, nama saya pun lekas dipanggil. Petugas lantas menyebut jumlah pembayaran pajak yang wajib diserahkan.

Disinilah saya terkejut lagi, Jumlah nominalnya 2 kali lipat dari nominal pajak normalnya. Keringat dingin, perut mulas, mata berkunang semua meluncur otomatis tanpa komando. Saya hanya menyiapkan budget pajak normal plus denda nya yang saya anggap paling tidak jauh dari selembar rupiah merah. Kembali banyak anggapan keliru yang saya telan mentah-mentah.

Saya pun memohon ijin kepada petugas untuk mampir ke ATM sejenak karena dana di dompet masih kurang 30%, Apes lagi karena tidak ada ATM disekitar Kantor Samsat. Saya harus meluncur sejauh 3 km untuk menyapa ATM terdekat, selang 15 menit saya sudah kembali ke kantor Samsat dan segera membayar seluruh biaya Pajak Kendaraan bermotor. Kemudian kembali mengantri di loket pembayaran, sekitar 20 menit kemudian, nama saya dipanggil dan menerima STNK yang baru.

Dari awalnya yang memperkirakan waktu 15 menit untuk membayar pajak, ternyata saya harus berkorban waktu hingga 1 jam 30 menit. Dari Jam setengah 8 pagi hingga jam 9 Pagi. Banyak kejutan yang saya dapatkan di kantor Samsat saat itu, saking penuh kejutan tanpa Absorber yang memadai, siang harinya kepala tiba-tiba nyeri hingga malam hari.

So, dari pengalaman ini, sudah sebaiknya jangan sampai abai terhadap kewajiban warga negara membayar pajak. Bayar tepat waktu sesuai aturan hasilnya memang lebih aman dan murah ketimbang menunda nunda menunggu bom waktu dapat meletus kapan saja.[]

Comments

comments

17 Comments
    • kasamago
    • kasamago
    • kasamago
    • kasamago
    • kasamago
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *