Perang Cod, Perang Perairan antara Inggris dan Islandia

Kasamago.com – – Siapa sangka, didaratan eropa pasca Perang Dunia ke 2 dan diawal Perang Dingin, masih ada secuil konflik yang melanda antar negara Eropa juga sama-sama anggota Negara NATO yakni Inggris (United Kingdom) dan Islandia (Iceland) terkait batas teritorial perairan Islandia dan Inggris. Konflik ini sempat terkatung bertahun tahun sebelum akhirnya dimenangkan Islandia setelah Amerika Serikat menekan Inggris untuk mengakui batas teritorialnya pada tahun 1976.

Awal Konflik

Setelah Islandia mendapatkan kemerdekaanya dari Denmark, Islandia segera mengesahkan UU Maritim pada 1948 guna mengamankan kekayaan lautnya. Ketika itu perekonomian Islandia benar-benar sangat tergantung pada sektor perikanan. Perairannya yang kaya akan ikan menjadi sumber penghasilan utama Islandia. Hingga tahun 1956, ekspor terbesar Islandia adalah dari sektor perikanan. Oleh karenanya, demi mengamankan sumber penghasilan utamanya, Islandia segera mempertahankan garis teritorial lautnya, dan secara bertahap menambahnya dari tiga mil menjadi empat mil.

Tindakan Islandia memicu kemarahan Inggris karena suplai Ikan terbesarnya berasal dari perairan Islandia, klaim teritorial membuat armada nelayan Inggris dilarang memasuki perarian Islandia. Inggris kemudian membalas dengan melarang kapal kapal Islandia memasuki perairan Inggris. Pada 1956, Kedua negara menempuh jalur diplomasi lewat European Economic Community (Cikal bakal Uni Eropa). Hasilnya dimenangkan oleh Islandia.

Puncak Konflik

Islandia semakin menambah batas teritorial perairannya menjadi 12 mil setelah PBB mengeluarkan konvensi tentang hukum laut ( UNCLOS ). Inggris bereaksi dengan melancarkan  Operation Whippet dengan mengerahkan kapal perang yang tergabung dalam Fishery Protection Squadron, sebuah operasi yang berfungsi melindungi kapal kapal nelayan inggris dari sergapan Kapal Patroli Islandia. Operasi ini berlangsung dari Tahun 1958 hingga tahun 1964.

Gesekan antara Kapal Penjata Pantai Islandia (Thor) melawan Kapal nelayan Inggris yang dikawal Kapal Perang Inggris pun tak terhindarkan. Rakyat Islandia menggalang solidaritas dunia untuk membantu memperjuangkan haknya. Berbagai upaya Islandia mengusir Kapal Nelayan Inggris pun dilakukan, dari tembakan peringatan, penangkapan, Jamming sinyal komunikasi Kapal Perang Inggris hingga nekad menabrakan kapal Patrolinya ke Kapal Perang Inggris.

Akhir Konflik

Konflik antara Inggris dan Islandia yang semakin memanas akhirnya membuat gerah Amerika Serikat, sebagai sesama sekutunya. AS berusaha menjadi penengah, tetapi Islandia memiliki Kartu AS yang tak dimiliki Inggris. Pangkalan NATO di Keflavik yang sangat strategis. Pangkalan inilah yang menjadi benteng terdepan Eropa Barat/NATO dalam membendung Blok Komunis/Eropa Timur saat itu.

Jika AS tak membantu Islandia, maka kemungkinan Islandia akan mengancam untuk berpaling ke blok timur, Apalagi pada 1957 Islandia sempat mengancam AS untuk memperbaharui perjanjian perikanannya dengan Moskow. Karena berbagai pertimbangan inilah pada akhirnya AS memberikan dukungannya pada Islandia.

Lalu mengapa perang ini disebut Perang Cod? Cod adalah nama sejenis ikan yang banyak terdapat di perairan Islandia yang dekat dengan Laut Atlantik utara. Sejak abad 19 seiring kehadiran kapal uap banyak kapal-kapal nelayan dari berbagai negara termasuk inggris yang menjadikan Perairan Islandia sebagai tujuan favorit mendapatkan ikan Cod.

Comments

comments

4 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *