Perjalanan Suci ,bukan menjadi Perjalanan Maut

Insiden Mina 2015
Tempo.co

Kasamago.com – – Badai kritikan kembali menghujam kerajaan Arab Saudi, bukan karena invasi yang gagal terhadap Yaman, atau gagal menghentikan Iran sebagai berpengaruh dari Timur Tengah melainkan akibat pelaksanaan Ibadah Haji di Tahun 2015 ini ternodai dengan dua musibah besar yang merenggut hampir ribuan jiwa dan sebagian besar lainya terluka.

Pada awal September 2015 lalu, dunia dikejutkan dengan insiden jatuhnya crane di mekah yang menimpa ratusan jamaah Haji di bawahnya, sontak ratusan jamaah menjadi korban jiwa dan lainnya terluka. Rubuhnya Crane terjadi karena terpaan badai pasir yang melanda kota mekkah dan sekitarnya, ironisnya tak ada rencana antisipatif akan adanya resiko membahayakan dari badai gurun terhadap bangunan disekar Masjidil Haram termasuk tiang tiang crane yang menjulang tinggi.

Pendapat pribadi terlepas dari upaya pihak kontraktor mengejar deadline perampungan renovasi Masjidil Haram, alangkah baiknya ketika masa Ibadah Haji dimulai, aktivitas pembangunan dihentikan sementara dan crane dipindahkan di tempat aman jauh dari kerumunan jamaah Haji. Ataupun cara lain yang dianggap perlu dilaksanakan sebagai tindakan pencegahan dari hal hal yang tak diinginkan oleh aparat dan pihak pengelola penyelenggaran Ibadah Haji Kerajaan Saudi.

Berikutnya yang belum lama terjadi yakni Insiden Mina di jalan dan persimpangan Jalan 204 yang merenggut ratusan melayang dan lainnya luka luka. Dari informasi di media masa, Pergerakan Jamaah haji dalam jumlah massif dari dua arah berbeda yang kemudian bertemu di persimpangan tiba tiba terhenti, sontak Desak desakan tak dapat di elakan.

Dorongan semakin besar karena jumlah jamaah membuat ruang udara sesak ditambah terpaan dari sinar matahari yang konon menembus 40 derajat celcius. Sebelumnya muncul informasi penyebab kacaunya pergerakan rombongan haji ke tempat pelemparan jumrah karena tidak tertibnya jamaah karena buru buru ingin segera menyelesaikan ibadah pelemparan jumrah secepatnya.

Namun tak berselang lama, kecurigaan menyeruk mengenapi penyebab kenapa tiba tiba barisan jamaah di depan terhenti, kabar yang beredar, terhentinya jamaah akibat penutupan jalan oleh tentara dan polisi yang mengawal kedatangan Pangeran Salman Kerajaan Saudi. Bila berita ini benar, sungguh disayangkan, bila Pihak Kerajaan Saudi tak berhasil membuktikan bahwa berita ini salah maka hujan kecaman terhadap Pihak Kerajaan akan semakin deras.

Penyelidikan segera dilakukan hingga tuntas sebagai patokan dalam perbaikan total penyelenggaraan Haji sehingga kedepan tidak terjadi insiden serupa, Merangkul negara-negara islam lain untuk melakukan penyelidikan dan pembenahan adalah salah satu langkah terbaik bagi Pihak Arab Saudi.

Tak hanya di Tahun 2015 ini, Insiden Serupa pernah terjadi beberapa kali, paling besar merenggut jiwa ada di Tahun 1990 yang mencapai 1426 melayang Mati Syahid ,Total telah ad 11 kali insiden sejak 1975 hingga 2015 kini dengan korban mencapai ratusan jiwa. Siapapun tak ada yang menginginkan sebuah insiden, walaupun banyak yang berkeinginan meninggal dunia ketika melaksanakan perjalanan suci, mati syahid di tanah suci adalah impian.

Tetapi terlepas dari hal tersebut, tetap saja sebuah insiden atau peristiwa yang membahayakan para jamaah Ibadah suci dapat diminimalisir, dicegah atau dihilangkan. Ada sedikit rasa konyol, terenyuh dan mengenaskan ketika para jamaah meninggal dengan cara demikian yang seharusnya dapat dikontrol agar tak terjadi. Jangan sampai keluarga calon Jamaah Haji tak ikhlas, khawatir, dan trauma bila Perjalanan Suci yang mulia ini justru dianggap sebagai Perjalanan Maut.

Insiden ini menjadi bukti ada salah, keliru atau kurang dalam penyelenggaran Haji oleh pihak kerajaan Saudi, semoga hal ini menjadi Trigger bagi Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah dan Penanggung Jawab Utama untuk melakukan evaluasi dan perubahan total, sehingga kelancaran, kenyamanan dan keamanan penyelenggaraan Ibadah Haji tercapai maksimal tanpa insiden suatu apapun.

Jangan sia siakan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya yang begitu beras untuk menginjakan kaki di tanah suci, bertemu dengan rumah Allah, dan bersilahturami di tanah tempat Nabi Muhammad SAW berjuang menyinari dunia dengan keanggunan Islam.

Last, Pelaksanaan Ibadah Haji 2015 adalah salah satu yang terburuk, 2 kali peristiwa merenggut nyawa secara beruntun, dan belum usai pengusutan Insiden Mina, datang lagi peristiwa memilukan yakni terbakarnya lobi Hotel Gawhra Taljawar, hotel diamana sekitar 700 jamaah Haji Indonesia menginap, untungnya seluruh jamaah berhasil di evakuasi.

Semoga Pelaksanaan Ibadah Haji ditahun mendatang berlangsung tanpa suatu insiden apapun. Amin

Pic by Tempo.co

Comments

comments

4 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *