Pesawat Tempur Generasi ke 6 ala Ilmuwan Indonesia

MiG 41
MiG-41 Konsep

Kisah tentang Ilmuwan Indonesia asal Yogyakarta yang sukses di negeri Eropa sudah menjadi pemberitaan masif. Dwi Hartanto namanya, si Jenius yang digadang akan menjadi penerus nama besar BJ Habibie di dunia Penerbangan.

Konon beliau tengah mengembangkan teknologi yang kelak akan disematkan pada Pesawat Tempur Generasi ke 6. Teknologi terbaru pesawat tempur sekarang ini baru pada Generasi ke 5 yang telah digunakan Militer AS yakni F22 Raptor, sedangkan T50 (Rusia), J20 (China) dan F3 (Jepang) masih dalam tahap Ujicoba.

Teknologi Generasi ke 6

Berdasar Riset dari Dwi Hartanto, Pesawat Tempur generasi ke 6 dapat melesat dengan kecepatan tinggi di atas atmosfir alias mampu mendekati orbit Bumi, Tanpa memiliki ekor di badan dan dapat dikendalikan via remote control (unmanned).

Selain itu Dwi Hartanto juga mengembangkan mesin pesawat baru untuk generasi ke 6 yang disebut Hybrid air-breathing rocket engine. Melalui mesin ini, Pesawat Tempur dapat terbang diatas batas atmosfir yang minim oksigen (Near Space).

Teknologi mesin ini jauh berbeda dengan teknologi mesin jet saat ini seperti Scramjet/Ramjet konvensional maupun SABRE (Synergestic Air-Breathing Rocket Engine) yang lemah dalam Thrust to weight Ratio dan Controling.

HABRE (Hybrid Air-Breathing Rocket Engine) memiliki dua mode penerbangan, Level Atmosfir ke Luar Atmosfir (Near Space) atau sebaliknya dengan kecepatan hypersonic (Mach 7-8). Perbedaan kecepatan yang begitu jauh melampui kecepatan Pesawat Tempur generasi ke 6 yang rata-rata dibawah Mach 3 dan mengandal teknologi Afterburner yang serba terbatas.

Baca juga : Mengenal Konsep Jet Tempur Genarasi ke 6

Kontribusi bagi IFX

Ilmuwan muda yang tengah meraih gelar Profesor ini, kini menjadi incaran negara Barat dan lembaga antariksa dunia seperti ESA, NASA, JAXA dan Airbus Defence.

Dengan sebegitu spesial dan potensialnya, Dwi Hartanto seharusnya masuk dalam perhatian penting Negara, khususnya Kementrian Ristek dan Pertahanan. Jangan sampai kemampuan dan risetnya jatuh ketangan negara asing.

Kehebatanya kelak dapat diberdayakan dalam program pengembangan Pesawat Tempur Generasi ke 4.5 IFX di dalam negeri. Apa jadi nya bila IFX dapat dioplos dengan teknologi Generasi ke 6 ala Dwi Hartanto. Makjleb, Tampang Generasi 4.5, Jeroan Generasi 6, negara mana yang gak jiper dan kelabakan??

Last, semoga Dwi Hartanto mendapat keistimewaan serius dari Negara sebelum terlambat, mengingat Dwi Hartanto konon tengah ditawari pindah kewarganegaraan Belanda plus seabrek iming iming menggiurkan dari negara barat.

Comments

comments

6 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *