#Pojok Finansial : Mengatur Keuangan Keluarga di Akhir Tahun

Kasamago.com – – Mengatur Keuangan Keluarga menjadi perencanaan yang sangat penting. Khususnya di akhir tahun, diperlukan langkah tepat untuk mengatur keuangan serta mempersiapkan pemenuhan kebutuhan menjelang awal tahun.

Para penasehat finansial lebih menekankan untuk serius memerhatikan kondisi keuangan setiap akhir tahun, baik melakukan evaluasi maupun membuatperencanaan ke depan. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam mengatur keuangan keluarga.

Evaluasi Keuangan

Mike Rini Sutikno dalam bukunya “Fund Planning”, mengatakan, evaluasi keuangan perlu dilakukan secara rutin minimal satu tahun sekali. Biasanya waktu yang tepat untuk melakukannya adalah di akhir tahun.

Menurutnya, ada empat kriteria dalam evaluasi tersebut, yaitu tingkat likuiditas, kemampuan membayar kewajiban atau solfabilitas, kemampuan berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan atau rentabilitas, dan kemampuan mengatasi resiko keuangan.

Tingkat likuiditas dihitung berdasarkan total aset tunai dibagi rata-rata pengeluaran perbulan. Jika hasilnya kurang dari enam berarti orang tersebut sebaiknya mengurangi pengeluaran dan meningkatkan nilai tabungan.

Peningkatan nilai tersebut tentunya juga harus diiringi penghasilan tambahan. Jika memiliki aset produktif seperti properti yang mungkin disewakan, seluruh anggota keluarga perlu sepakat menyewakannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Jika tidak, dapat pula membuat usaha kecil yang potensial di lingkungan rumah.

Penting pula memerhatikan tingkat solfabilitas. Hal ini dilihat dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan hutang. Apakah hutang sudah dibayar tepatpada waktunya atau belum. Tidak hanya itu, perhatikan juga kemampuan dalam mengatasi resiko. Artinya, apakah dengan kondisi keuangan yang dimiliki atau asuransi mampu memenuhi kebutuhan tidak terduga seperti biaya rumah sakit.

Ukuran hasil evaluasi tersebut diharapkan memberi gambaran tentang kondisi keuangan dan tingkat keberhasilan strategi keuangan. Selanjutnya, hasil penilaian dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang dilakukan di tahun depan, seperti meminimalisir penggunaan kartu kredit atau membeli barang secara cicilan bila hutang di tahun ini belum terselesaikan.

Namun jika semua kebutuhan sudah terpenuhi dan masih ada tabungan, tidak ada masalah jika menggunakan sebagian uang tabungan untuk liburan akhir tahun.

Anggaran Belanja

Setelah melakukan evaluasi, buat anggaran belanja keluarga untuk waktu-waktu ke depan. Utamakan kebutuhan dari pada keinginan. Jika masih ada hutang yang tersisa, alokasikan pula dana untuk membayar pinjaman. Dengan membayar tepat waktu, otomatis tidak ada lagi biaya tambahan seperti denda atau bunga yang membengkak.

Buat rencana pendapatan dan pengeluaran yang utama beserta nominalnya, tak terkecuali pajak. Beberapa jenis pajak yang perlu dianggarkan seperti pajak kendaraan bermotor serta pajak bumi dan bangunan. Jika pengeluaran melebihi pendapatan evaluasi kembali dan tentukan kebutuhan mana yang perlu dihemat.

BerInvestasi

Selanjutnya, untuk meningkatkan perekonomian keluarga sebaiknya gunakan sebagian tabungan untuk berinvestasi. Hal ini tentu butuh perhitungan cermat agar investasi yang ditanamkan tidak merugi. Bahkan mampu menjadi penghasilan yang cukup bernilai bagi keluarga. Investasi dapat berupa tabungan deposito atau bisnis waralaba.

Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan, perencana keuangan hendaknya disiplin menjalakan perencanaan yang sudah dipersiapkan. Berhasil atau tidaknya strategi tersebut sangat dipengaruhi pelaksanaanya. Jika sesuai dengan rencana, kebutuhan akan terpenuhi bahkan masih ada uang tabungan yang dapat digunakan untuk liburan di akhir tahun depan.

Source : SuaraMerdeka, 30 Juni 2016. || Image : diposkan.com

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *