#PojokProperti : Biaya lain yang timbul ketika membeli Rumah

Kasamago.com – – Membeli rumah adalah idaman dan harapan, selain diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk membeli rumah tersebut juga karena adanya biaya lain yang wajib diwaspadai dan dipersiapkan.

Lalu, apa saja biaya tersebut. Berbekal informasi yang Kasamago.com dapatkan ketika membaca tabloid rumah entah edisi berapa, berikut beberapa jenis Biaya lain lain yang dapat ditemui ketika membeli sebuah rumah :

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

adalah Pajak yang dikenakan kepada Pembeli tanah/bangunan karena memiliki tanah/bangunan baru. Besarnya BPHTB adalah 5% x (harga transaksi – nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak). Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) berbeda-beda untuk tiap Provinsi.

Jika harga tanah yang terjual dibawah harga NJOP maka yang digunakan untuk menghitung BPHTB adalah harga tanah berdasarkan NJOP. Sementara jika harga jual diatas NJOP, maka yang dipakai untuk menghitung BPHTB adalah harga jual tersebut.

Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

Biasanya dikenakan untuk pembelian rumah baru dengan nilai diatas  Rp 36 juta. Besaran PPn adalah 10% dari harga rumah.

Biaya Balik Nama (BBN)

Ketika membeli rumah baik baru maupun second, kita perlu mengurus balik nama sertifikat dari pengembang maupun dari pemilik sebelumnya. Biaya balik nama biasanya bergantung dari Zona Nilai Tanah dan BPN akan mengenakan biaya pembuatan sesuai nilai rumah tersebut.

Biaya Akta

Disamping Pajak, ada biaya pembuatan akta jual beli tanah. Biaya ini meliputi biaya pembuatan akta oleh PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah ) dan biaya honor pejabat PPAT. Untuk ini, biasanya dikenakan biaya sebesar 1% dari nilai transaksi.

Biaya Cek Sertifikat

Untuk Keamanan, sebaiknya pembeli melakukan pengecekan keabsahan sertifikat dari rumah yang ia beli. Pengecekan ini bisa dilakukan di kantor BPN dengan biaya berkisar Rp 50.000 – Rp 300.000 atau melalui PPAT.

Pajak Penghasilan (PPh)

Jika BPHTB adalah pajak yang harus dibayarkan penjual, maka Pajak yang dibayarkan pembeli adalah Pajak Penghasilan (PPh). Besaran PPh biasanya 5% dari harga rumah. Contoh Sebuah rumah dengan LB/LT 22/60m persegi. NJOP tanah Rp  5 juta /m2 ,NJOP Bangunan Rp 4 juta/m2 ,maka :

Harga Tanah : 60 x 5.000.000 + Harga Bangunan : 22 x 4.000.000 = 300.000.000 + 88.000.000 = 388.000.000 , PPh : 5% x 388.000.000 = 19.400.000

Demikian beberapa Biaya lain lain ketika membeli sebuah Rumah, semoga berguna.

Image : Rumahbagus.info

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *