Resident Evil : Final Chapter, Bukan sebuah Akhir

Resident Evil

Kasamago.com – – Resident Evil? Game yang pernah sukses meledak membahana diawal dekade 2000-an ternyata berhasil memancing minat Industri film Hollywood untuk memproduksi adaptasi live action nya ke layar lebar.

Dan terbukti, meski tidak begitu mengagumkan, tetapi film adaptasi Resident Evil yang dibintangi Mila Jovovich (Alice) adalah film adaptasi game terbaik. Apalagi Jika dibandingkan film adaptasi game lain yang rata-rata jeblok, Resident Evil berhasil tetap eksis bertahan dibelantika industri Hollywood.

Resident Evil Live Action dirilis pertama kali pada tahun 2002, hasilnya cukup memuaskan sehingga tidak ada keraguan lagi untuk membuat sekuelnya. Dari Apocalypse (2004). Extinction (2007) , Afterlife (2010), Retribution (2012) Retribution Hingga Final Chapter.

Yang menarik dari Resident Evil

Memori saya masih kuat merekam moment dimana saya mengenal pertama kali game Resident Evil. Saat itu saya begitu syahdu dan terhipnotis melihat poster sesosok Zombie (Nemesis) yang tengah mencengkram kepala anggota STARS (Special Tactics And Rescue Service) ,Divisi elit milik  the Raccoon City Police Department’s.

Poster ini begitu melekat dalam dan sulit terlupakan, Resident Evil pulalah yang mengenalkan saya dengan dunia Zombie, Entitas yang kini menjadi populer diangkat ke layar tivi.

The Final Chapter

Adegan dibuka kilasan kisah sebelum bencana T-virus melanda dunia. Tersebutlah Alicia, Putri Dr. James Marcus yang menghidap penyakit langka berbahaya. Dr. Marcus lantas bereksperimen menemukan obat bagi Alicia, maka lahirlah T-virus yang sukses menyembuhkan Alicia.

T-virus ternyata menyimpang segudang potensi, salah satunya sebagai senjata biologis bernama Resident Evil, Bio Organic Weapon ( B.O.W ), Demi mewujudkan kesuksesan T-virus, Dr. Marcus dan Edward Ashford mendirikan perusahaan farmasi bernama Umbrella Corporation.

Bencana lantas semakin dashyat ketika T-virus bocor dari the Hive (laboratorium bawah tanah milik Umbrella) dan menyebar ke seluruh dunia. Peradaban manusia pun runtuh, hanya menyisakan segelintir kehiduan dan tentu saja Umbrella Corporation yang ternyata dalang dibalik kehancuran dunia.

The Story

Berseting tidak lama setelah seri Retribution, dimana Whasington DC sebagai benteng terakhir peradaban hancur, Alice meneruskan petulangannya. Setelah menang berduel melawan seekor Zombie Naga, Alice diberitahu oleh the Red Queen (Super Komputer Umbrella Corp) bahwa Umbrella corp memiliki Evalite, AntiVirus penyelamat kehidupan umat manusia.

Di tengah kegalauan antara Harapan dan ketidakpercayaan pada the Red Queen, Alice kemudian bergegas menuju The Hive di Racoon City, lokasi dimana antivirus berada. Upaya alice sudah diantisipasi Umbrella Corp, maka berbagai cara dilakukan untuk menghentikan Alice.

Sedari awal hingga Akhir, Final Chapter tetap konsisten menampilkan adegan action dan pertempuran sengit antara Alice, Umbrella dan Zombie. Penonton tak diberikan waktu untuk beranjak dari tempat duduknya, aksi demi aksi terus bergema hingga penghujung film. Kejutan terjadi di penghujung film, Alice ternyata hasil kloning dari Alicia Marcus, anak perempuan Dr. Marcus yang hidup berkat T-Virus.. nah lho.

Last, Final Chapter masih kurang Agresif, pacingnya terlalu kilat. Kisah kilas balik sebelum bencana T-virus terjadi dan kejutan dari Alicia Marcus adalah nilai lebih dari final Chapter, sisanya tentu adegan action serangan Zombie sebagai ikon khas Resident Evil.

Skor : 4.0/5.0 ~ Cukup menegangkan

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *