Review Film Joker

Joker
Joker – Cinemablend

Kasamago.com – – Kegagalan DC atas supremasi Marvel dengan Saga Infinity Stone nya berhasil di selamatkan dengan kehadiran film stand alone Joker karya sutradara Todd Philips.

Joker berhasil membuat para kritikus film Hollywood tercengang yang lantas dimanifestasikan dalam point rating yang begitu tinggi.. 9++ melampaui Avengers End Game, the Dark Knight, Batman Begins dan Superman into the verse.

The Joker

Menjelang perilisan film global nya pada 02 Oktober 2019 lalu, sesuai ekpektasi atas rating tinggi yang disandang nya dan publikasi yang masif membuat Joker berhasil meraih kesuksesan penonton. Hingga minggu ketiga di bulan Oktober Joker bertengger di 10 besar film terlaris sejagat dengan world wide income mencapai 700 juta dolar (biaya produksi sektiar 70 juta dolar).

Atas prestasi Joker, banyak fans DC berharap Joker versi Joaquin Phoenix ini dapat di pertemukan dengan Batman di sekuel nya.. namun pihak studio berkata bahwa Joker Joaquin tetap berdiri sendiri ,dan diharapkan menjadi inspirasi dan model bagi Joker Joker berikut nya.

Well Joker menjadi film DC yang laris secara komersial disamping Wonder Woman, Aquaman dan Shazam.

The Movie

Berlatar di era 80an melihat atmosfir dalam film Joker yang diperankan Joaquin Phoenix memang terasa kental tone khas 80an nya. Gaya coloring nya bagaikan melihat foto foto era 80an, film joker jelas sangat wajib dinikmati di layar lebar Bioskop.

Joker berkisah tentang Pria bernama Arthur Fleck yang memiliki kelainan mengidap sindrom tertawa sendiri. Arthur berprofesi sebagai badut penghihur yang hari hari nya diisi kepedihan dan disepelekan oleh warga Kota Gotham, sebuah Kota metropolitan dimana hidup bersama ibu nya yang tengah sakit.

Dalam suatu tugas menghibur anak di rumah sakit, Arthur kedapatan membawa pistol cal 38, dan dipecat karena nya. Dalam perjalan pulang di kereta subway, Arthur membunuh 4 orang pemuda yang membullynya. Ibu nya lantas bercerita bahwa dirinya ditelantarkan oleh Thomas wayne, yang dianggap Ayah Kandung Arthur.

Namun setelah membaca berkas perawatan Ibu Arthur di Arkham Hospital, ternyata Arthur hanyalah anak adopsi yang selalu di siksa sejak kecil. Realita ini lantas menjadi Trigger seorang Arthur menjadi Joker yang disegani sekaligus di takuti warga Gotham.

Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan Arthur yang sedari kecil selalu menderita dan disaat dewasa hanya ingin di manusia kan oleh sesama nya. Namun takdir berbisik lain, Arthur dimanusiakan bukan di jalan kebaikan tetapi di jalan kejahatan nya. Sebuah proses kehidupan dan pergulatan jati diri Arthur sebagai pria terbuang menjadi sosok kharismatik sebagai Prince of Crime kota Gotham.

Menonton Joker Joaquin menuntut konsentrasi pikiran, bagi saya seperti nonton The Dark Knight, Inception dan Shutter Island.. perlu kejelian dan pemahaman adegan demi adegan agar di akhir cerita penonton dapat menyudahi dengan seruan kepuasan batin.. Ooh begitu.

CONCLUSION

Kemeriahan Joker melahirkan euforia di masyarakat, Dari Quote hingga Lokasi Film, Pelajaran berharga dari kisah Joker meskipun fiksi adalah.. Jika tidak ingin disakiti jangan lah menyakiti orang lain termasuk diri sendiri. Karena musuh terbesar yang dihadapi kehidupan manusia bukanlah penjahat melainkan diri nya sendiri..

At Least ,Sesuai kicaun Sutradara Gunakan, Joko Anwar, ” jika kalian masih diberi kehidupan, wajib nonton Joker di bioskop”. Kira kira begitu bunyi nya.. lupa saya. 

Skor : 4.9/5 ~ Joker adalah contoh minimalize budget super Impact.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *