Review film; Saat Godzilla lebih horor dari Insidious

Kasamago.com ,–

Mengawali bulan pertama di Tahun 2018, soal film saya menghabiskan 80% untuk menonton film tahun 2017 yang belum sempat di tonton, beberapa diantaranya Cars 3, Logan Lucky, Get Out, Rendel, Tokyo Ghouls, dll. Di jajaran film nasional, Saya justru terpesona dengan film ala FTV berjudul Sarjana Kambing, yang tampil membumi, sederhana namun kompleks sarat makna realita sehari hari.

Film seperti Pengabdi Setan, Ayat ayat Cinta 2 bahkan Dilan (yang sedang digandrungi kaum remaja saat ini tapi di “meme” in kaum dewasa) saya nikmati dengan kagum namun seleratif.

Dari sekian film baru 2018, saya baru dapat menonton Insidious 4: the last Key dan Godzilla, film animasi 3D Cell Shading ala AppleSeed besutan Toho. So, berikut review singkat tentang kedua film di bulan pertama 2018 :

Insidious 4

Insidious

Performa nya seperti Insidous 3 yang sudah saya review di blog lama : INSIDOUS 3 . Plot utama yang membuat Insidous bikin ketagihan rasanya berakhir di sekuel kedua nya saja.

Di Insidous 4, kisah diambil dari masa kecil Sang Cenayang, Elise yang ternyata begitu kelam nan tragis. Latarnya diambil tepat sebelum kisah Insidious pertama dimulai, dengan kata lain Insidious 4 diarahkan sebagai Prekuel utama Kisah Insidious pertama.

Elise dibantu dua orang maniak dunia ghaib, berjibaku mengungkap misteri yang menyelimuti rumah lama nya, tempat segala kengerian masa kecil Elise bermula. Antara takut dan tergugah untuk menyelesaikan misteri yang ada. Dengan kekuatan cenayang nya, Elise memasuki dunia Arwah guna mengusir Iblis yang menghantui rumah tersebut.

Skor : 3.7/5 ~ Not Bad but Not Great

Godzilla : Planet of the Monsters

Godzilla

20 tahun yang lalu Godzilla muncul di Bumi, umat manusia diluputi ketakutan. Dalam keputusan, datanglah alien bernama Exif dari planet Bilusaludo yang bersedia membantu manusia menciptakan Mecha-Godzilla yang diharapkan mampu mengalahkan Godzilla. Sayang, Mecha-Godzilla gagal dihidupkan, serangan Atomic breath Godzilla keburu datang.

Bumi dan umat manusia takluk, menyerah kalah pada Godzilla, sumber kiamat. Manusia yang tersisa, menggunakan power suit lantas pergi meninggalkan Bumi dengan pesawat luar angkasa Aratrum. 20 tahunan berlalu, 11.9 juta tahun cahaya dilalui, Aratrum dan awaknya dilanda keputuasaan, kehidupan didalam kapal angkasa dengan sumber daya terbatas lambat laun menjadi malapetaka bagi penghuninya. Usaha menemukan Planet baru untuk di huni hanya berpeluang 0,1 %.

Setelah kegagalan pendaratan awak Aratrum yang sudah lansia ke Planet Tau-e, Kapten Haruo Sakaki semakin mantab untuk kembali ke Planet bumi, rumah dan tanah kelahiran nya. Dalam jiwa nya, tidak sepantasnya manusia kalah, mengalah pada Godzilla. Melalui catatan misterius, diketahui Godzilla yang superior memiliki titik kelemahan.

Untungnya, keyakinan Haruo sejalan dengan pemikiran Para pemimpin Kapal dan kalkulasi Gematron, AI Aratrum, mereka akhirnya setuju kembali ke Bumi dengan lompatan Warp-SubSpace.

Dalam sekejap, Aratrum telah tiba di orbit Bumi namun menurut perhitungan Gematron, Mereka telah meninggalkan Bumi selama 10.000 Tahun. Di pimpin Kapten Haruo Sakaki, Aratrum mengirim 600 pasukan terdiri Enjiner, mekanik, infantry dan artileri untuk memastikan satu misi suci, mengalahkan Godzilla demi masa depan umat manusia.

Skor : 4.5/5 ~ Godzilla tampil jahanam, yang sanggup ngalahin hanya Raja Ultraman dan One Punchman.

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *