Rita SuperMall, Mall pertama di Kota Purwokerto dan Banyumas Raya

Kasamago.com — Bangunan raksasa yang berada di tepi jalan utama kota purwokerto sekaligus berada diseberang jantung Pemerintahan Kabupaten Banyumas, senin 19 Desember 2016 mulai membuka tabirnya ke khalayak. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berserta jajaran dari Pemerintah Kabupaten Banyumas pun meluangkan waktu untuk meninjau nya serta meresmikannya pada Kamis 22 Desember 2016.

Bangunan tersebut adalah Rita Supermall dan Rita Pasaraya yang akan mempelopori pusat perbelanjaan terbaru dan termodern ala kota metropolitan. Menjadi yang pertama di kota satria Purwokerto dan Banyumas raya (Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara). Dengan jumlah lantai kurang lebih 14 lantai, Bagian atasnya digunakan sebagai Hotel berbintang, bagian depan sebagai Pusat Perbelanjaan yang menampung sekitar 250 outlet/toko, dan konon sebuah Bioskop juga akan hadir disini, entah dari Blitz atau jaringan 21 sehingga Bioskop satu-satunya di Purwokerto Rajawali Cinema kelak akan mendapatkan pesaing baru.

Ikon modernitas atau Konsumerisme ?

Entah kehadiran Rita Supermall memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Banyumas, yang jelas memberikan banyak lapangan kerja baru dan menambah semarak perkembangan zaman ala kota besar di kota Satria ini. Tampak sekali ketika pembukaan 22 Desember lalu, banyak masyarakat yang penasaran dan antusias untuk mengetahui lebih detail tentang Super Mall. Ada yang sekedar lihat, masuk kedalam, lalu keluar lagi menuju alun-alun yang berada tepat diseberangnya.
Kondisi fisik bangunan Rita Supermall yang belum sepenuhnya rampung menjadikan pembukaan 22 Desember lalu seolah hanya menjadi pengenalan bagi Masyarakat, di tahun 2017 sepertinya pembangunan akan dikebut untuk diselesaikan sehingga masyarakat Banyumas dapat berbondong-bondong berbelanja disini atau sekedar cuci mata. Lantas, Apakah bangunan megah ini nantinya benar-benar menjadi ikon modernisasi di Kota Purwokerto yang terkenal sejuk, ramah, murah, adem ayem, lalu bertransformasi menjadi kota padat, panas, mahal, ala Kota Besar? Hanya waktu dan perkembangan jaman yang berkenan menjawabnya.

Kontroversi dibalik Sang Mall

 Ada positif biasanya ada negatif, kehadiran Super Mall di Kota Purwokerto sejatinya mencuatkan realita pro dan kontra yang menyertainya. Apa pasal? lokasinya yang berada tepat persis di Pusat Pemerintahan Kabupaten yang dianggap begitu sakral dan agung dapat memberikan kesan negatif pada Pusat Pemerintahan. Dengan ketinggiannya, Rita SuperMall jelas mengangkangi sang Pendopo Si Panji. Jika biasanya masyarakat yang berada di lokasi Pendopo atau alun alun dapat melihat indahnya siluet pegunungan Serayu dan Gunung Tugel, maka kini tidak lagi karena bangunan Supermall telah menutupinya untuk selama-lamanya. Baca Ulasan nya DISINI
Selain dianggap menganggu keagungan Pendopo Kabupaten, Rita Supermall juga menciptakan dampak lain yang sudah diprediksi banyak pihak. KEMACETAN, ya ketika pembukaan 22 Desember lalu, kemacetan lantas menghinggap didepan Supermall, dan tentu saja Alun-ALun yang menjadi korban. Karena kebanyakan khususnya roda dua lebih nyaman parkir di ALun-Alun lantas menyebrang ke Supermall, Praktis dan dua tempat dapat dikunjungi sekaligus. Kita nantikan bagaimana pihak terkait mengatur kondisi lalu lintas dan perparkiran paska beroperasinya sang Super Mall.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *