Rokok 50 Ribu, di antara Pro dan Kontra

Kasamago.com – – Dunia pemberitaan tanah air dalam minggu belakangan begitu ramai semarak dengan berbagai macam kegaduhan, Ada kasus Bikini Snack, Kewarganegaraan Ganda, Konflik Suriah, Penyanderaan di Filipina, Penahanan Ratusan Jamaah Haji Indonesia di Filipina, suksesnya China mengorbitkan Satelit Quantum, Suksesnya Iran membuat Kloning S300 dan hingga yang tengah heboh Wacana Kenaikan Rokok 50 Ribu. Suatu kebijakan apalagi terhadap objek yang menjadi entitas populer semacam Rokok jelas menyedot pro dan kontra yang begitu menggelegar.

Bagi masyarakat yang tergabung dalam paguyuban bukan Perokok, atau Perokok Pasif banget, wacana kenaikan Rokok jelas tak menjadi soal, biasa saja, tak sampai dibawah ke hati apalagi pikiran. Tetapi hal sangat berbeda terjadi pada sisi seberanganya, para golongan perokok berat, semi berat, penggemar rokok, tobacco lover, kretek admirer. Pokoknya tiada hari tanpa mulut berasap, sekalinya ga udud dunia bagaikan neraka kecil.

Ada yang mengatakan Kenaikan Harga Rokok karena tengah terjadi Konspirasi berat, persaingan Industri Rokok dengan Industri Farmasi, Mendongkrak Kenaikan Pajak, Infiltrasi Asing, dan sebagainya. Entahlah, untuk mengurainya secara gamblang, diperlukan proses penggalian dan penyidikan terstruktur, rutin dan menguras otak. Tak perlu sejauh dan serumit itu… Namun lebih terarahkan pada gejolak yang terjadi di kehidupan masyarakat di sekeliling kita sehari  – hari. Bagaimana efek negatif dan positif yang kemungkinan muncul tatkala wacana Rokok 50 Ribu ini berhasil diterapkan dengan tegas.

Dampak Kenaikan Rokok Ini lah yang lebih sering dijadikan bahan bacokan untuk saling beradu argumen, yang berpikir positif dan berjiwa non perokok menyatakan Dampak Kenaikan Rokok akan sangat baik bagi masyarakat, Jumlah perokok dapat ditekan, Perokok Remaja dan Anak-Anak akan dibuat kelimpungan, Barisan Ibu-Ibu akan lebih memperketat jajan rokok Suami atau Anaknya, Petani Tembakau untung karena harga jualnya naik, atau malah ada Teman non perokok yang berujar, “Sekalian hilangkan saja Rokok dari Bumi Pertiwi… “ Ekstrim banget bukan..? Terus Petani Tembakau, Industri Rokok dengan banyak pekerja bagaimana Nasib nya ?? Ya diganti saja dengan Bahan baku alternatif selain Tembakau yang hingga kini terbukti tak sanggup menggantikan kemashyuran Tembakau sebagai main power rokok, Sekali lagi belum ada solusi.

Itu baru sisi Positif menurut golongan non Perokok atau aktifis anti rokok, bagaimana sisi sebaliknya? Apa dampak Negatif dari Kenaikan Rokok 50 Ribu ? Terjadi revolusi sosial di masyarakat berupa penjadwalan ulang kebutuhan merokok, Warung bisa sepi pembeli Rokok, Mulai jarang terlihat orang merokok berjalan kaki atau naik Angkot, Industri Rokok yang tidak siap bisa menyatakan PHK pada karyawannya, Kriminalitas meningkat demi sesuap Rokok, dan bla bla bla seterusnya.

Masalah Merokok dan Kesehatan sebenarnya lebih efektif dan efisien apabila semuanya dilakukan atas kesadaran diri sendiri, perubahan dari diri sendiri, mau sebagaimana pun Negara mengontrol ketat peredaran Rokok, Para Perokok aktif sebagai sosok Manusia yang dibekali Otak akan berpikir kreatif untuk mengatasi kenaikan Rokok, bisa lebih bekerja keras lagi, mencari tambahan penghasilan untuk mengimbangi inflasi harga rokok atau lebih memilih melinting rokok sendiri.

Ketegasan Pemerintah dan Upaya Pembinaan terus menerus pada warga negaranya terkait merokok sangat diperlukan, jika Tegas larang sekalian atau naikan hingga ratusan ribu, bila melanggar bisa di pidanakan. Jika memilih Lembut, upayakan terus pengawasan dan pembinaan rutin secara kreatif dan persuasif kepada masyarakat tentang dampak kecanduan rokok bagi diri dan lingkungannya. Baik Naik atau Tidak harga rokok, mari tetap berpikir bersih dan terang, Life must Go On.. Jangan terlalu panik justru ambil hikmah dibalik kebijakan ini.

Last.. Sebaik baik nya Kebijakan Negara, tentu haruslah didasari atas niat kebaikan bagi warga negaranya. Inti dari Wacana ini bisa jadi adalah untuk mengurangi perokok usia dini, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan tetap menjaga kehidupan para pelaku Industri Rokok.

Comments

comments

2 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *