Sebuah Refleksi Lebaran 2015, ada Cita dan Duka

Eid Mubarak
Pic by awesomehdpics.com

Kasamago.com – – Ada hal yang sangat berbeda, sangat amat berbeda dalam perayaan Lebaran 2015 kemarin. Sepanjang hidup menikmati momen kemenangan umat muslim, baru pada tahun ini lah perayaan kemenangan tersebut saya lalui dengan banyak duka ketimbang suka.

Gegap gebyar suara ledakan petasan dan kembang api kali ini harus diselingi dengan kungkungan awan hitam, menandakan suasana kemeriahan harus berbagi dengan suasana penuh kemuraman dan kesunyian.

Lalu, apa sajakah suasana Suka dan Duka tersebut, berikut perinciannya ..

DUKA

Ketika menapaki gerbang awal Bulan Ramadan dan menjalankan puasa perdana, semuanya seolah dijamu dengan nuansa mengasyikan, tak ada yang mengira dibalik keasyikan tersebut menyimpan retakan besar yang siap meruntuhkanya. Tepat seminggu sebelum Tombol Start berpuasa ditekan, Eyang terakhir dan satu satunya di keluarga besar saya dipanggil sang maha kuasa dalam keadaan damai (Semoga Amal Ibadah di terima oleh Allah SWT dan Dosanya di ampuni oleh Allah SWT, Amin.. ).

Lebaran adalah momen super sakral bagi seluruh anggota keluarga besar untuk meminta pengampunan, bersilaturahmi dan memohon petuah kehidupan dari sang Eyang. Tanpa Almarhumah Eyang, nuansa Lebaran pun langsung berbanding terbalik dari tahun sebelumnya, dimana pada hari Lebaran rumah Eyang selalu disemuti sanak keluarga dan sahabat, kali ini bagaikan sarang yang ditinggalkan seluruh koloni semut, kosong melompong.

Terenyuh rasanya,hari kemenangan yang semestinya dirayakan dengan gemuruh senyum bahagia, kini yang tersisa hanyalah rasa rindu, ikhlas dan menerima atas apa yang sudah digariskan sang pencipta.

Duka berikutnya adalah kegagalan saya untuk sukses menjalankan Ibadah Puasa penuh tanpa celah, banyak tantangan ditahun ini yang lebih besar dan tangguh dibanding sebelumnya. Puncaknya Saya harus tidak berpuasa selama dua hari karena menderita 3 penyakit paling populer sebelum dan sesudah lebaran, yakni Radang Tenggorokan, Maag dan Pilek. Sebagian besar disebabkan kegagalan dalam mengatur pola makan, menurun nya daya tahan dan efek cuaca. So jagalah pola makan yang sehat dan imbangi dengan olahraga teratur.

CITA

Cita, tentu saja masih diberikan kesempatan oleh NYA untuk menikmati Ramadhan dan Lebaran tahun 2015 ini, berikut dengan langit malam nya yang bertaburan bintang bintang kemilau. Bersyukur pula karena suplai rejeki masih tetap terjaga baik sehingga keluarga mampu menyediakan makanan khas lebaran yang lezat dan berbagi rejeki pada sesama.

Selain itu Mudik kali ini diberitakan lebih lancar dibanding sebelumnya dan suasana hingar bingar mudik berikut arus balik terasa lebih santai, tak seheboh pemberitaan mudik dari tahun lalu meski diwarnai dengan resesi ekonomi, anjloknya rupiah dan krisisnya Yunani.

Itulah rangkaian kisah terkait Duka Cita pengalaman berlebaran di Tahun 2015 ini, banyak hal terjadi meski lebih beraroma sedih namun Tuhan memiliki rencananya sendiri, Takdir berjalan, Manusia berusaha. Apapun itu, tetap ada hikmah yang bisa saya petik dari Lebaran lalu sehingga membuat saya wajib selalu menjaga rasa syukur dimana pun dan kapan pun juga.

Sebelum usang, Kasamago.com dan keluarga mengucapkan ;

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Minal ‘Aidin wal-Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin. Omedetto Chaku Mubaraku Desu..

Comments

comments

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *