Sejarah tercipta di Panmunjom

Kasamago.com – – Korea Utara (DPRK) dan Korea Selatan (ROK) sejatinya masih berperang, kedua negara hanya melakukan gencatan senjata bukan perjanjian damai  setelah Perang Korea (1950 – 1953) berakhir.

Korban Perang Dingin

Setelah Perang Dunia II selesai, seharusnya semenanjung Korea merdeka menjadi negara penerus Dinasti Joseon. Sayangnya dunia terbelah menjadi dua, Kubu Soviet dan Amerika. Semenanjung Korea adalah korban nya, bagian utara berhaluan Komunis, bagian selatan Kapitalis. Perbedaan ini membuat Korea terbelah dua.

Upaya ReUnifikasi

Runtuhnya tembok berlin sebagai ikon bersatunya Jerman Barat dan Timur memberi inspirasi bagi kedua Korea
Di tahun 1991, bendera Unifikasi Korea berkibar di event tenis meja dunia (di film kan berjudul AS ONE). Namun sayang, konflik kembali timbul diantara kedua korea hingga Kim Jong Il digantikan oleh Kim Jong Un, dan Presiden Park Geun Hye digantikan Moon Jae-In.

Deklarasi Panmunjom

Jumat 27 April 2018 menjadi hari bersejarah bagi kedua korea dan dunia internasional. Untuk pertama kalinya, Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden Korsel Moon Jae in di perbatasan demiliterisasi yang membelah kedua Korea. Lalu Kim Jong Un melangkahkan kaki melewati garis batas, media dunia pun heboh.

Kedua pemimpin Korea lantas melakukan pertempuran tingkat tinggi di gedung Panmunjom, zona demiliterisasi. Hari ini, pertemuan tersebut menghasilkan Deklarasi Panmunjom yang berisi peningkatan hubungan dan perdamaian kedua korea. Langkah fenomenal Kim Jong Un ini lantas disambut meriah warga Korea Selatan. 

Panmunjom atau Joint Security Area pernah menjadi setting dan judul utama sebuah film yang mengisahkan persahabatan terlarang antara tentara penjaga pos Korea Selatan dan Korea Utara di tahun 2000 silam. Film ini lalu mengorbitkan selebriti Korsel, Lee Byung Hun dan Lee young Ae.

Reunifikasi Korea

Dunia internasional lantas berspekulasi dan berharap, deklarasi Panmunjom menjadi batu loncatan menuju Reunifikasi Korea. Kemungkinan ini besar namun tidak dalam waktu dekat, masih perlu banyak proses bagi kedua Korea untuk bersatu.

Jika semenanjung Korea tetap menjadi ajang kepentingan negara adidaya, China dan Rusia di kubu Korea Utara serta Amerika dan Jepang di kubu Korea Selatan, maka jangan harap Reunifikasi berjalan cepat.

Kalau Para adidaya ikhlas melepas kepentingan nya di Korea, Korea Utara menghentikan Nuklir nya, dan Korea Selatan mengusir Amerika dari wilayah nya. Barulah titik cerah Reunifikasi akan terlihat. Tapi rasanya itu belum akan mungkin bukan??

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *