Selamat datang di Orde Disinformasi

Buzzer
Buzzer – kompas

Kasamago.com – – Dalam beberapa minggu terakhir, negeri tercinta, Republik Indonesia diguncang oleh serangkaian peristiwa memilukan, baik bencana alam maupun bencana yang dibuat oleh manusia itu sendiri. 23 hingga 30 September 2019, Ibukota diguncang serentetan demonstrasi oleh elemen Mahasiswa dan para siswa STM ! Hadirnya siswa STM dalam unjuk rasa menuntut dihapusnya RUU KUHP yang isinya menimbulkan polemik masyarakat adalah catatan sejarah besar bagi perjalanan Indonesia.

Ancaman bagi Presiden

Tinggal beberapa hari lagi Presiden terpilih secara kontroversial, Joko Widodo dilantik untuk masa jabatan keduanya, timbulah beragam gejolak politik, sosial dan budaya didalam negeri. Bangkitnya rasa kritis masyarakat yang diwakilkan oleh elemen mahasiswa, dan siswa STM di anggap membahayakan populisme Presiden menjelang pelantikannya. 

Bagai menghadapi perang, kekuatan aparat keamanan begitu dimaksimalkan menghadapi masyarakat yang menginginkan di dengar suara protes nya oleh para elit politik dan penguasa. Media dan jurnalis yang seharusnya berada di posisi netral sejak lama sudah membebek kepada kepentingan penguasa, sehingga apa yang dituntut oleh pihak demonstrasi tidak di ekposes secara faktual oleh para media.

Setelah Unjuk rasa yang berakhir ricuh dan berdarah darah di sejumlah daerah seperti Bandung, Kendari dan Yogyakarta melalui Tagline Gejayan Memanggil usai, Penguasa seolah begitu tuli dan abai, ditandai dengan pelantikan anggota DPR pada selasa 1 0ktober 2019 yang diwarnai keceriaan bukan simpati dan empati mendalam. Apalagi Merah Putih baru saja berkibar setengah tiang akibat “Pembantaian” penduduk pendatang di Wamena (23 September 2019) yang begitu biadab di jaman modern saat ini. Sungguh terlalu.

Berbeda saat mengatasi unjuk rasa Mahasiswa dan pelajar yang sebagian besar hanya membawa Pikiran, Menghadapi kaum Pembantai di Wamena, seolah tak ada aparat yang berjaga disana. Situasi yang menuntut hadirnya Aparat bersenjata lengkap bagai perang tak terlihat, sebaliknya ganas dan brutal saat menghadapi unjuk rasa pelajar. Ada ada dengan Rezim saat ini ??

Wamena
Warga Wamena mengungsi pasca tragedi berdarah – pic by jawapos

Orde Disinformasi

Selamat datang di era Hoax, era Akhir jaman, Era Goro Goro yang saya lebih enak menyembutnya sebagai Orde Disinformasi. Belum lama ini heboh lagi, Pihak Penguasa bebicara blak blakan tentang penggunaan buzzer bayaran sebagai senjata mempertahankan eksistensi Rezim Joko Widodo.

Berbagai Kebenaran dilapangan disulap menjadi Hoax dan Fitnah keji yang menyerang tokoh tokoh di pihak oposan / penentang Penguasa. Dari Ambulance DKI yang membawa Molotov, Dosen IPB pembuat Molotov, Penculikan pendukung Joko Widodo, dsb yang semuanya adalah Hoax justru di tanggapi serius oleh pihak kepolisian. Inilah era dimana Pendukung Penguasa bebas dari hukum dan Anti Penguasa bersiap menghadapi panggilan Pengadilan. 

At Least, tetap tenang, eling lan waspado.. Mereka boleh terlihat menang tetapi sesungguhnya tinggal menanti kehancurannya, karena itulah hukum alam.. Sunatullah, semua ada masa nya.. Tetap berada dijalur yang berakal sehat seperti seruan Rocky Gerung.. 

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *