Selamat tinggal Premium, Selamat datang Pertamax Turbo

Kasamago.com – – Sebentar lagi, bangsa Indonesia akan menyaksikan detik detik pergantian generasi, dari jadul ke kekinian, Dari Premium ke Pertamax Turbo. Si kuning atau premium, telah lama menancapkan giginya sebagai komoditi vital yang hobi menimbulkan gejolak dari atas sampai bawah.

Dinaikan ribut, diturunkan ribut, dikurangi kisruh, dihilangkan bikin kangen.

Sejarah Premium

Di tengah dominasi BBM dengan RON (Research Octane Number ) 90 an keatas, konon hanya Indonesia yang masih mempertahankan BBM dengan RON 88 alias si Premium. Premium telah beredar sejak dahulu kala dan terus bertahan lintas zaman, seiring berkembangnya teknologi pembakaran dan usaha meramahkan lingkungan dari gas buang.

Para produsen BBM pun memproduksi bahan bakar minyak terbaru yang lebih bersih, maksimal dalam pembakaran. Karena sudah sangat ketinggalan jaman, dengan berbagai langkah Pemerintah berusaha melenyapkan Premium secara frontal, hasilnya hanya menyulut resistensi.

Langkah lembut bin jitu ala Perang Asymetris kemudian diterapkan, senjata utamanya adalah menghadirkan Pertalite (RON 90) yang diposisikan diantara premium dan pertamax dengan harga tak berbeda jauh, Mantab !! .Jika cairan Premium berwana kuning, pertamax biru, maka si new comer ini diberi teres warna hijau terang.

Senjata berikutnya adalah menurunkan Harga pertamax, sehingga dengan cara ini, masyarakat  tidak akan sungkan lagi membeli pertamax yang sebelumnya dianggap minyak mewah. Change the Habit, that the key !! Ketika kebiasaan membeli Pertamax dan Pertalite sudah akil baliq, menghilangkan premium secara bertahap merayap, tentu tidak akan memancing gejolak di masyarakat yang sudah agak amnesia dengan premium.

Selamat datang Pertamax Turbo

Ada yang hilang ada yang baru, dialah si cairan merah, Pertamax Turbo (RON 98) yang didesain khusus untuk kendaraan berkompresi tinggi dan berteknologi turbocharger. Di perkenalkan pertama kali pada ajang Spa Francorchamps di Belgia, 29 Juli 2016 dan berhasil meraih respon sangat positif di dalam negeri. Rencananya, Pertamax Turbo dipasang ala pertalite, yakni menggantikan tugas Pertamax plus, secara bertahap pula nantinya.

Last, Terima kasih kepada Premium atas pengabdiannya selama berabad abad, turut membantu menyalakan mesin dan memproduksi asap CO2 di jalanan tanah air demi bergeraknya roda perekonomian. Untuk Pertamax Plus, tetap tabah, sabar dan ikhlas. Semua ada masa nya, meski engkau yang paling cepat dicopot dari jabatan mu.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *