Serba Serbi Ramadhan 2016

Ramadhan 2016

Kasamago.com – – Blarr, Duarrr, Dugdurudug, dan seabreg bunyi-bunyian lain dari beragam nada yang saling sahut menyahut memperebutkan siapa yang ternyaring. Keberisikan suara ini adalah pertanda bahwa umat Muslim se Dunia yang melaksanakan Ibadah suci Puasa tengah menyambut Kemenangannya atas pertempuran metaforis melawan kelompok kejahatan seperti Nafsu, Emosi, Keserakahan, Kebohongan, dan lainnya yang dipimpin oleh Zat bernama Iblis.

Takbir kemenangan telah diputar, gema nya sungguh dashyat nan berwibawa, masyarakat terlihat sangat antusias di malam Idul Fitri yang ditandai dengan tetap ramainya jalanan meski waktu telah menunjukkan saat nya Tidur pulas. Suka Cita semakin semarak dengan pawai obor yang dilakukan anak-anak dan remaja berkeliling lintas RW, sungguh suasana yang begitu mashyur penuh syukur dikala dibelahan dunia lain, Teror Bom justru tengah berlangsung, Konflik tak berusai, dan Palestina yang belum jua merdeka. Semoga Kedamaian segera melindungi semuanya.

30 Hari sepanjang berlangsungnya Bulan Suci Ramadhan memang sangat singkat, super singkat, tetapi dari kesingkatan ini, bulan ini begitu menyimpan seabreg cerita dan kisah menarik yang pasti banyak dikenang oleh masyarakat terutama media sosial dan media massa. Lalu, apa saja kisah tersebut ?? berikut Serba Serbi Ramadhan 2016 paling asyik dikenang yang blog Kasamago.com rangkum untuk pembaca sekalian…

Ada yang bersinar, ada yang meredup

Sudah menjadi ciri khas dan menjadi akar budaya baru bagi dunia bisnis di tanah air, ya.. setiap kali hendak memasuki Bulan Ramadhan, masyarakat akan disuguhi tayangan iklan Sirup yang sangat jarang atau tidak pernah tampil di bulan-bulan biasa. Kali ini Iklan Sirup dan Biskuit sangat menonjol performa nya, kehadirannya sangat erat kaitannya dengan hidangan berbuka puasa dan Parcel. Disisi lain, ada yang meredup.. dialah iklan Obat sakit Maag. Kata Sujiwo Tedjo, Iklan Obat itu salah kaprah, Puasa justru mengobati penyakit bukan malah menciptakan penyakit (maag).

Tsunami Ngantuk

Di Bulan Puasa kemarin, tantangan tersulit bukan hadir dari provokasi makanan, minuman, dan kemolekan lawan jenis tetapi rasa kantuk yang luar biasa dashyat. Muncul secara kilat di siang hari hingga berakhir di petang hari. Kadang bila saking khidmatnya menjalankan tidur Siang, baru akan sadar bila dentuman bedug dan adzan maghrib berkumandang. Yang dirugikan dari problem kantuk ini adalah pekerjaan harian yang sering terabaikan karena mata tak mampu berkompromi.

Belanja Keroyokan

Entah sejak kapan tradisi semua serba baru tercipta memasuki akhir bulan ramadhan menjelang Hari raya Idul Fitri. Berbondong bondong masyarakat dari berbagai sudut kota dan kelurahan, Berpesta pora menyerbu tempat2 perbelanjaan. Serasa upaya balas dendam selama 11 bulan, mereka jarang membelanjakan sesuatu. Mungkin sama seperti Blogger, dimana ketika kecil hanya di waktu Lebaran lah, Kedua orang tua membelikan pakaian, sandal atau sepatu baru. Bisa jadi, kapasitas dompet masyarakat memang sering terkondisi full hanya ketika Lebaran saja.

Diskonan ngagetin

Godaan barang bagus sangat sulit dienyahkan dari pandangan mata, mumpung lebaran ada duit katanya, segala sesuatu harus baru. Di momen lebaran ini, pajangan sepatu, sandal yang dibulan biasa seperti jablay tercampakan menjadi barang jarahan masyarakat. Sepatu, sandal yang tertata rapi segera saja runtuh berantakan, para pramuniaga terlihat super sibuk melayani pembeli. Dompet tebal, plus rayuan diskon hingga 50% adalah perangsang yang manjur. Saya sendiri merasakan efek diskonan yang aduhai ini, bersiap membayar sesuai label harga, pas dikasir ternyata hanya separuhnya yang perlu dibayarkan. Rejeki..

Kebiadaban tarif Parkir

Sisi lain dari membludaknya kompleks perbelanjaan dan tempat membuang duit lainnya adalah maraknya kenaikan tarif secara mendadak, serentak dan menyentak. Naik 100 persen lebih, bahkan konon ada yang mencapai 500 persen. Kata Petugas Parkirnya, kenaikan ini menambah pemasukan untuk berlebaran. Kepala Daerah sampai turun tangan ketika banyak keluhan dari masyarakat. Bagaikan badai, Tarif parkir ilegal ini memang akan kembali normal setelah lebaran berakhir, atau semua tergantung pribadi petugas parkir dan masyarakat.

Mudik dan Jalan Tol Baru, gak ada pengaruhnya

Sempat membaca Headline sebuat surat kabar, judulnya menarik banget. Jalan-jalan Tol baru yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas saat mudik justru seperti saluran mampet. Jalan Tol baru tersebut menciptakan kemacetan baru, Realitas tak seindah Ekspektasi. Fakta ini menjadi peringatan bagi Pemerintah bahwa Membangun Jalan Tol baru bukanlah solusi dikala Kendaraan Pribadi terus melonjak, dan transportasi Publik belum memadai.

Daftar diatas hanya segelintir saja berdasarkan pengalaman pribadi Saya sendiri, mungkin akan lebih banyak lagi dan lebih berbeda setiap orang sesuai pengalamannya sendiri. Tetapi bisa jadi, sensasinya sama saja karena Peristiwa diatas sudah pasti terjadi dimana saja diseluruh bumi Nusantara. Ada yang indah, ada yang pahit, ada yang menyenangkan ada yang mengharukan, semua campur menjadi satu padu sebagai bagian dari Diveritas Pelangi Ramadhan yang penuh suka cita.

Taqoballahu miina wa minkum. Minal Aidin wal Faizin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *