Dari Spirits Within, Advent Children dan KingsGlaive

Kasamago.com – – Square enix (dulu dua perusahaan terpisah) sejak dahulu kala memang menjadi salah satu produsen gaming papan atas, terutama dengan Masterpiece Mahakarya nya yang begitu elegant, megah dan mengagumkan berjudul FINAL FANTASY.

Dengan basis fans sejak era 8 bit hingga Final Fantasy meledak melalui Final Fantasy VII yang memakai teknologi 3D pertama untuk konsol Playstation first Gen di tahun 1997.

Kemasyuran game Final Fantasy membuat Square soft (sebelum join dengan enix) berencana merilis movie CGI Final Fantasy dan rencana ini terwujud di awal milenium melalui Spirits Within yang kontroversial itu.

Final Fantasy the Spirits Within

Akiross

Film dengan visualisasi epic dijamannya. saya baru memakai celana pendek warna biru ketika program legendaris RCTI, “cinema cinema” mengulas film ini yang ternyata gagal total alias gak laris. Square dikabarkan bangkrut karena film ini, investasi besar yang digelontorkan tak profit sama sekali.

Tak hanya sepi peminat, tapi juga banjir cemoohan para fans Final Fantasy. Spirits within begitu melenceng dari ruh cerita, Terlaku Amerikanisasi. Ibarat Kisah Starwars menjadi Power Rangers, beda dimensi Coy..

Meski begitu Spirits Within tetaplah di puji,  grafisnya begitu Amazing saat itu. Indera Penglihatan saya sulit membedakan apakah ini film live ato CGI. Ost yang di bawakan oleh  L’Arc en ciel “Spirit Dreams Inside -Another Dream” sedikit membantu saya untuk selalu mengenangnya.

Final Fantasy VII Advent Children

AdventChildren

Beranjak ke Tahun 2005, para penggemar film Jepang tak hanya dikejutkan dengan kehadiran movie Kamen Rider The First tetapi juga informasi tentang adanya movie CGI Final Fantasy VII.

Saya yang mendengarnya via program radio jejepangan sontak penasaran. Benar saja, sepulang jam pelajaran saya melewati kios majalah dan mendapati foto close up Cloud Strife full page  di cover Majalah Animonster yang seolah menyihir saya untuk membelinya segera.

Dalam sekejap, Advent Children menjadi  buah bibir dan film terfavorit selama 1 semester. Baik Spirits Within maupun Advent Children, saya menontonnya via DVD/VCD player yang dapat direntalan. Pada 2012, saya baru mendapatkan Versi BluRay dari Advent Children versi Complete. Bisa dikata FF VII : AC adalah balas dendam Square Enix atas kegagalan Spirits Within.

KingsGlaive Final Fantasy XV

Tahun 2016 adalah Tahun kejenuhan saya pada film Hollywood, Sebagai obat mood, saya lantas beralih menonton film komedi Indonesia dan kartun Jepang, Doraemon The Movie Birth of Japan , Detective Conan the movie dan KingsGlaive Final Fantasy XV tentu saja, sebagai sajian pembangkit gairah.

Meski hanya mengikuti kisah Final Fantasy VII, KingsGlaive tetap sedap di nikmati apalagi teknologi CGI yang lebih advance, sesuai perkembangan teknologi. Efek Sihir yang ditunjukan para member KingsGlaive begitu keren untuk tidak dikenang. Duel dashyat antara Nyx Ulric vs Jendral Glauca mungkin lebih dashyat daripada Kadaj vs Cloud di Advent Children.

Seperti biasa, Final Fantasy tetap menggubah penontonnya dengan menampilkan dunia FF yang begitu fantastis. Perpaduan dunia sihir, abad pertengahan, modern dan masa depan sangat grande luar biasa.

Pengkhiatan vs Kesetiaan, Ambisi vs Harapan, Kekuasaan vs Kemuliaan, Dendam vs Keikhlasan, Magic vs Technology  begitu kental terasa. Last, Bisa dikata KingsGlaive Final Fantasy XV sukses sesuai harapan, ketidakhadirannya dilayar Bioskop agak sedikit disayangkan (mungkin terlalu targeted). Tapi ya sudahlah, gara-gara KingsGlaive, saya jadi kepincut mengikuti versi Anime nya, Brotherhood Final Fantasy XV.

Skor : 4.5/5.0 ~ KingsGlaive wajib tonton dan dikoleksi

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *