Su-57 dan Krisis Ghouta

Kasamago.com – – , Setelah hancurnya 1 unit jet tempur Su-25 dan tewasnya puluhan “tentara bayaran” Russia oleh serangan yang diduga dilancarkan Amerika, Russia membalasnya dengan mengirim 2 unit Jet Tempur paling canggihnya, T-50 PAKFA atau Su-57.

Su-57 yang direncanakan full operasional pada 2019, terpaksa menjalani mencoba rumah baru di Hmeymim air base Suriah. Selain itu, Russia juga mengirimkan pesawat AWACS A-50U.

Jika Russia sudah menghadirkan si “F22 Raptor Killer” tandanya esklalasi konflik Suriah semakin berbahaya, salah satunya hadirnya kekuatan Amerika secara langsung di Suriah. Perang terbuka Russia vs Amerika sudah tercipta.

Baca Juga : T50PAKFA vs F22 RAPTOR

Krisis Ghouta

Jika para pion (pemberontak, teroris, ISIS) gagal mencapai tujuan, maka Dalang pun turun gelanggang. Sudah jadi rahasia umum, bahwa Konflik Suriah didesain oleh Barat (Amerika Cs), tujuannya menggantikan Assad dengan pemimpin pro Barat.

Di Timur Tengah, hanya ada 2 negara Anti Barat yang tersisa, yakni Suriah dan Iran. Belajar dari kasus Libya, Rusia sebagai sekutu utama Suriah, ikut berjuang melindungi pemerintahan Bashar Al Assad.

Setelah Aleppo, Deir Ez Zor, Palmyra, kini gilirah Ghouta yang menjadi korban. Wilayah Ghouta dijadikan basis serangan udara ke Damascus oleh para Pemberontak/Teroris, Militer Suriah (SAA) pun membalasnya.

Dilema terjadi, Pemberontak menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup, tujuannya jika ada balasan dari SAA, Pemerintah Suriah diplot sebagai kambing hitam nya.

Jika tak diserang, Damascus hancur, jika menyerang banyak korban jiwa melayang. Perang memang memilukan, siapapun pemenangnya tidak ada tawa riang di gurat wajahnya.

Baca Juga :

Aleppo, Kunci kemenangan Suriah

Tomahawk Has Fallen

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *