Suka Duka Perjalanan Angkot di Kota Satria

Angkot Purwokerto
Radarbanyumas.co.id

Kasamago.com – “minal-minal !, Bon Dalem !, Bengkel Bagyo !”, “Kiriii !” Itulah teriakan khas para Kernet dan Penumpang Angkutan Kota (AngKot).

Halte dan Trotoar Jalan penuh dengan orang termangu menanti jemputan angkot, Penumpang berjejalan, Kapasitas Angkot yang tiada seberapa it uterus dijejali Orang, Bangku-bangku kayu portable atau dingklik kerap berjejer, diduduki oleh para penumpang “Apes” karena kondisi Angkot Telah Penuh sesak.

Bila baris belakang berteriak “Kiri” pertanda meminta berhenti untuk turun, terjadilah peristiwa paling malas, bongkar pasang penumpang, yang turun Cuma satu tapi yang terpaksa turun untuk memberikan jalan bisa lebih dari 5 orang.

Saat itu kehidupan para Angkot tengah dalam masa indahnya, jaman dimana Angkot masih menjadi primadona transportasi publik. Jalanan masih terasa lengang untuk dilalui dan belum pekatnya polusi udara akibat kebisingan kenalpot kendaraan bermotor di jalanan. Riuh ramai kendaraan Angkot yang tengah melahap dan menelorkan puluhan manusia bergejolak di tiap sudut kota, dari pagi hingga sore masyarakat sangat kental bersahabat dengan tranportasi publik ini.

Namun, Dunia senantiasa bergerak, menciptakan zaman baru dan menggulung zaman lama, Masa-masa keindahan para Angkot terasa tertelan takdir zaman baru, perkembangan zaman yang ada mulai menunjukan tanda ketidaksukaannya pada para Angkot, tanda ini berbuah nyata ketika masyarakat semakin mudah dan mampu untuk memiliki kendaraan pribadi.

Jalanan kian hari makin sesak dengan transportasi plat hitam, sebaliknya plat kuning mulai tersendat sendat melawan derasnya Invasi Kendaraan Pribadi. Lambat laut, Karena sama sekali tidak ada persiapan menyongsong perubahan zaman dari para angkot seperti inovasi, pelayanan, manajerial, jenis kendaraan dan perubahan lain yang dibutuhkan, maka lonceng kemuraman Angkot mulai berdenting keras saat itu juga.

Sangat sangat disayangkan, sebagai penikmat Angkot di masa kanak-kanak hingga remaja, banyak kenangan indah yang terangkai bersama sang angkot. Ada banyak alasan, kenapa sekarang Angkot sekarang tercampakan, selain faktor merajalelanya penggunaan kendaraan pribadi, berikut sekelebat pengamatan Saya mengapa Angkot sudah tak lagi menjadi Tranportasi Andalan.

  1. Pelayanan

Dahulu kala, ketika Angkot dalam masa Jayanya. Supir dan Kernet nya seolah sebagai manajer, dan penumpang sebagai anak buahnya, Kualitas Pelayanan sangat jauh apalagi keramahan meski tidak semua seperti itu. Niatan untuk memberikan kepuasan pada penumpang seolah tak menjadi alasan utama saat itu, yang penting banyak penumpang dan bayar.

  1. Waktu

Ini yang paling saya sebelkan, Angkot tak bisa diandalkan untuk bergerak cepat ke tujuan. Belum lagi masa menunggu angkot yang ketika ramai kadang banyak penumpang yang dicuekin di pinggir jalan. Apalagi bila sudah mengaktifkan fitur NGETEM. Oh my.. baru jalan bila kursi terisi penuh.

  1. Kenyamanan

Tak ada Pendingin Utara, Lupakan Kursi Empuk, Kaki Lega, semua ekpresi penumpang rasa nya tegang semua.

  1. Kepraktisan

Tidak semua sudut kota, jalanan kota dilalui oleh Angkot, itulah mengapa ketika Kendaraan Pribadi langsung menjadi primadona karena kemampuannya menjelajahi seluruh sudut kota.

  1. Kendaraan

Selama bertahun-tahun, Angkot terlalu setia dengan minibus Carry, tidak ada pergantian armada sama sekali. Saat pertama kali naik angkot di usia SD, ketika Menjadi Mahasiswa, Kendaraan Angkot masih sama.

  1. Teknologi

Sekarang adalah jaman Digital, serba informative dan inovatif. Alangkah hebatnya bila Manajemen Operasional Angkot mengikuti perkembangan teknologi sekarang.

Itulah ke enam elemen penyebab kenapa Angkot tidak lagi meriah seperti dahulu kala, andai saja para Angkot memperhatikan ke enam elemen diatas, mungkin saja Angkot dapat kembali bersinar.

Keren rasanya bila sekarang masyarakat mampu memantau pergerakan Angkot dengan Gadgetnya, Sistem Pembayaran elektronik, lama tunggu Angkot dibatasi tak lebih dari 5 menit , Armada Kendaraan diganti dengan yang berkelas, terbaru, dan kapasitas lebih besar, serta serangkaian “Modernisasi” lainnya.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *