Suriah pasti menang

Kapal Destroyer
pic by suaramerdeka.com

Kasamago.com – – Tahun 2012, setahun setelah Arab Spring yang memicu Konflik Suriah, Saya sudah mulai menulis tentang Konflik Suriah dan perkembangannya. Saat itu, masih banyak Netizen (warganet) belum tahu kebenaran konflik Suriah sejati nya. Mereka masih mengadopsi mentah berita dari media massa mainstream.

Kini di tahun 2018, sepertinya terbalik. Pantauan rutin saya di kolom komentar artikel tentang Suriah mulai menunjukan kesadaran bahwa Dalang Konflik Suriah adalah Trio Bebek ( USA, KSA, Israel).

False Flag

Operasi False Flag adalah sejenis perang Asimetris untuk membuka jalan bagi perang Simetris. Membuat kejahatan sendiri, yang lalu dituduhkan kepada lawan target nya. Sudah ada sejak manusia mengenal peperangan modern, Perang Dunia dan yang terpopuler adalah Invasi Irak, 11 September, Libya dll.

Setelah Trio Bebek gagal total menggunakan bidak dan pion nya ( pemberontak, ISis) ,akibat perlawanan Militer Suriah yang didukung Rusia, Iran dan Hizbullah. Kini Trio Bebek memakai Operasi False Flag berupa senjata kimia untuk menginvasi Suriah. Kasus Libya menjadi pelajaran penting militer Suriah dan sekutunya.

Kebangkitan Rusia dan Keamanan Israel

Tahun 2007, Presiden Putin mengkampanyekan kebangkitan Rusia setelah sekian tahun di remehkan Barat (NATO). Patroli jarak jauh lintas benua di aktifkan kembali memakai pesawat pembom strategis Tu 95 Bear. Sejak itu, Rusia perlahan memperbaiki kekuatan nya, dan bertekad melindungi sekutu strategis nya demi menghalau dominasi barat.

Suriah adalah salah satunya, dan satu satunya negara di TimTeng yang menyediakan Pangkalan Militer Tartus, Rusia.

Pasca Libya, Suriah dan Iran adalah target penghancuran selanjutnya, dua negara TimTeng yang masih melawan Israel.

Konon, konflik Suriah sudah dirancang pasca perang teluk 1, demi keamanan nya, Israel menginginkan seluruh negara tetangganya harus tunduk pada Israel.

Sayangnya, Suriah memiliki kekuatan militer yang cukup tangguh, Sistem pertahanan Udaranya lebih baik dari Irak, Libya dan Yugoslavia. Disisi lain  Rusia, Iran dan Hizbullah juga full total membantu Suriah, karena bagi mereka Suriah adalah masa depan.

Adu Senjata

Menurut media masa pro barat, serangan Amerika pada Sabtu (14 April 2018) menuai sukses, padahal sebaliknya. Amerika meluncurkan ratusan rudal tomahawk (2500km) ,JASSM (350km) dan GBU-38, Inggris meluncurkan rudal StormShadow (400km), Perancis meluncurkan rudal SCALP dan Apache.

Demi terhindar dari sistem pertahanan Suriah dan Rusia, Peluncuran rudal dilakukan jauh dari wilayah Suriah.

Hebatnya, Sistem Hanud nya Suriah mampu mencegat dan mengeliminasi serangan rudal Trio Bebek, sekitar 70% rudal berhasil diatasi, sisanya menghantam target yang sudah dikosongkan militer Suriah. Padahal Sistem Hanud nya Suriah masih mengandalkan Alutsista era perang dingin yakni Buk, S-125, S-200, Rudal Dvina, Volga.

Last, Semoga saja Presiden Trump mematuhi himbauan dan kecaman publik dunia agar menghentikan serangan yang jelas melanggar kedaulatan dan hukum manapun. Bagaimanapun, selama Israel tetap ada, maka perlawanan pun tetap ada. Solusi terbaik adalah membiarkan Suriah damai dan membangun kembali negaranya, tetapi itu rasanya tidak mungkin bukan ??

Baca Juga : 

SU-57 dan Krisis Ghouta

Tomahawk has Fallen

Battle of Aleppo

Comments

comments

5 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *