Swap & Go dan momentum kendaraan listrik

Swap & Go

Kasamago.com, —

Di Indonesia, kendaraan yang paling populer dan digunakan jutaan masyarakat adalah motor, yang didominasi oleh produsen asal Jepang. Meski mesin konvensional sudah diupayakan ramah lingkungan, namun di negara maju kendaraan listrik mulai berkembang dan diprakirakan akan menjadi model kendaraan masa depan.

Di Indonesia, pelopor pergerakan kendaraan listrik digelorakan oleh produsen lokal yakni Gesits dan Viar Q1. Sambutan masyarakat terlihat antara antusias dan biasa saja. Hal yang wajar karena konsumen motor negeri ini telah dicekoki mesin fosil selama berabad abad.

Jadi menerima sesuatu yang fresh meski yang fresh itu telah lama ditemukan, namun tetap saja perlu adaptasi layaknya pilot pesawat latih menuju pesawat ulang alik.

Swap & Go

Pada 2015 di Taiwan, hadir Start Up bernama Gogoro yang dikomandoi oleh Horace Luke, Ex CIO perusahaan HTC.

Start Up ini melahirkan konsep pengisian ulang motor listrik yang jujur sedang di bingungkan orang perihal stasiun pengisian baterai dan proses charging yang jelas bikin bete nunggu. Konsep ini bernama Swap & Go, nama tempat nya disebut Swap Stations, sebuah konsep seperti elpiji 3kg dan galon isi ulang. Konsumen tinggal ambil baterai yang abis, lalu tuker dengan baterai berisi. Gak perlu ngeCharge, gak pake nunggu.

Akibat konsep tersebut penggunaan Motor atau skuter listrik di Taiwan semakin cepat populer. Di beritakan Taiwan memiliki 21.000 motor listrik yang terdaftar di tahun 2016, naik dua kali lipat dari tahun 2015.

Melihat trend postif yang tejadi, di targetkan ada sebanyak 40.000 motor listrik di tahun 2017 serta 200.000 di tahun 2021. Keberhasilan yang diraih oleh motor listrik telah menginspirasi Pemerintah Taiwan untuk mencoba mengkonversi dan menerapkan nya pada mobil, yang mana jumlah penjualan mobil lebih besar dari motor yakni 430.000 unit.

Nah, bagaimana dengan Indonesia tercinta? Dipilihnya Viar Q1 oleh BUMN PLN semoga saja memiliki efek karambol bagi masyarakat agar aware dan tertarik untuk beralih ke motor listrik berjalan linier dengan upaya pembangunan stasiun pengisian dan purna jual.

Baca juga : Minerva Madass, Motor Idaman

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *