Teror Paris, antara ISIS hingga Santapan Media

Kasamago.com – – Jumat 13 November 2015 adalah hari yang mungkin tak akan mudah dilupakan bangsa Perancis dan Penduduk Kota Paris, serangan teror berdarah di beberapa lokasi sekaligus secara beruntututan ini telah berhasil menewaskan ratusan orang dam puluhan lain luka-luka. Baik Badan Intelejen Domestik Perancis The Central Directorate of Interiori Intelligence (DCRI), maupun Polisi Militer Gendarmerie dibuat kaget, kecolongan, dan mimpi buruk tiada ampun, Nama baik Perancis dan Jaminan Keamanan Kota Paris berada dalam ambang keruntuhan.

Akibatnya Perancis sebagai salah satu negara maju menjadi bulan bulanan media massa dunia, Breaking News diserbu dan dibombardir dengan insiden Paris serta pernyataan serius dari Amerika Serikat yang konon siap membela Perancis melawan aksi teror.

Di Hari Berikutnya, Bangsa Perancis menyatakan Berduka Cita, Sekolah, Perguruan Tinggi dan Perkantoran ditutup, pernyataan keras meledak dari pejabat pejabat tinggi perancis, Penutupan seluruh perbatasan, Instruksi keadaan Darurat Nasional pun membahana, Dukungan Spiritual bagi Presiden François Holland dari banyak pemimpin dunia dan warning tingkat tinggi bagi seluruh keamanan nasional dunia. Hanya dalam dentingan menit, ISIS (Daesh kembali menjadi sorotan utama, bak penyanyi yang tengah naik menuju panggung performance, ISIS ( Negara Islam Irak dan Suriah) menyatakan bertanggung jawab dan menyebutnya sebagai 11 September nya Perancis.

Sejak lahir dan besar di medan Konflik Suriah, ISIS sungguh fenomenal, kelompok teroris radikal ini sangat sukses membuat dunia tercekam dan sibuk menyusun cara dan aksi untuk meredam nya. Kampanye militer Rusia di Suriah yang salah satunya adalah menghancurkan petualangan ISIS di Suriah sampai sekarang masih belum menemui jawaban menuju kemenangan, ISIS masih terus berjibaku dan bergulir kesana kemari mencari celah agar tetap eksis.

Perihal insiden Paris, apakah benar ISIS sebagai dalang tunggal dan dalang utama masih perlu penyelidikan lebih serius, berita mengenai siapa perencana aksi Paris sesungguhnya masih simpang siur. Namun tak peduli benar tidaknya ISIS sebagai pelaku sesungguhnya, Presiden Perancis segera mengumumkan bahwa Kapal Induk Kebanggaan perancis,  Chales de Gaulle siap menempatkan diri di Teluk Persia untuk membantu meramaikan situasi Konflik di Suriah, Libya Jilid 2 pun mulai terulang kembali.

Apa yang terjadi di Paris Perancis tidak lain dan tidak bukan adalah buah dari apa yang dilakukan Barat terhadap konflik Suriah, Konflik yang telah berjalan 4 tahun an seolah bergerak liar tanpa kendali, Militer Suriah bergerak stagnan dan malah hampir hancur tanpa payung udara Rusia. Pihak Pemberontak sendiri tercerai berai mencari dan menjalankan jalan perjuangan sendiri, dan yang paling fenomenal adalah munculnya ISIS sebagai bahaya baru bagi peradaban umat manusia modern.

Masuknya kaum militan dan radikal berbahaya dari berbagai dunia untuk beraksi di Suriah kemudian mereka kembali ke asalnya masing-masing ketika situas perang tak memihak mereka adalah masalah pelik yang siap menerjang benua Eropa, gelombang pengungsi adalah gerbang pembukanya, menurut pihak aparat Perancis salah satu pelaku teror paris berasal dari militan yang masuk menyamar sebagai pengungsi. Insiden Paris menjadi semacam peringatan keras bari Barat, ini hanyalah awal dari serangkaian peristiwa susulan yang mungkin jauh lebih dasyhat dan dapat menimpa negara mana saja tanpa peduli apapun.

Salah satu cara mencegah hal serupa terulang kembali adalah menghentikan peredaran paham militansi, radikalisme, dan sejenisnya, membatasi dan mengontrol peredaraan senjata terhadap kaum pemberontak dan teroris, menghentikan konflik di Suriah, serta segera menghancurkan dalang utama dibalik kelahiran, eksistensi dan kekuatan ISIS ,sehingga pertanyaan mengapa ISIS begitu sulit dihentikan dapat segera di temukan jawabannya.

Turut Berduka bagi para Korban, semoga dunia mampu mengatasi agar Teror semacam ini dapat tereliminasir. Selamat Berjuang Bagi aparat Intelejen !

Pic by www.lemonde.fr

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *