The Fall of Hong Kong

Hongkong
Hongkong – cheria travel

Kasamago.com ~ Perseteruan Politik dan Trade War antara Adidaya China dan Amerika terus membara. Inilah puncak es dari gesekan raksasa dimana china ,secara ekonomi dan perdagangan mengungguli Amerika. Amerika pun menyerang, dan Hong Kong yang menjadi Proxy barat di halaman China berada di ambang kejatuhan. 

China vs Amerika

Amerika yang kian tersungkur sejak krisis Subprime mortage 2008 silam, dan kebangkitan China saat Olimpiade beijing menjadi alarm keras bagi Amerika ,bahwa supremasi Amerika sebagai Polisi dunia dalam nestapa.

Hadir nya wabah covid 19 seolah menjadi genderang perang bagi Amerika ,mayoritas kekuatan militer Amerika kini terfokuskan di pasifik ,khususnya laut china selatan.

Di pimpin ,Donald Trump,Amerika menyerang china dengan penarikan seluruh Bisnis yang ada di China ,Mengusir Ratusan perusahaan China dari bursa Wall street dan pembekuan aset dolar China di dunia.
China melawan balik dengan tenang namun mematikan meski xi jinping harus melawan kesepakatan senior nya, Deng xiaoping.

Hong Kong, kota dagang dan bisnis terbesar di asia juga menjadi “Display” kekuatan Barat di asia. Meski sudah dikembalikan ke Beijing, Hong Kong masih boleh meneruskan sistem pemerintahan warisan Inggris hingga 2047.

Kini, Petinggi politbiro China merasa Hong Kong adalah duri dalam daging, dimana dapat menjadi titik penyebaran demokrasi ke China Daratan. Dengan kata lain, para politbiro Partai Komunis china yand selama ini nyaman berkuasa akan kehilangan tahta nya.

The Fall of Hong kong

Hong Kong pun secara halus mulai di komuniskan oleh Pemerintah Pusat di Beijing, dimana Kepala Eksekutif Hong Kong adalah tunjukan langsung Beijing segera adanya penerapan aturan berbau politik yang mengancam demokrasi hongkong.
Aksi China ini lantas menyulut demokrasi besar besar Hongkong pada awal 2019 lalu.

Konon, kemunculan Virus Corona adalah strategi beijing menghentikan demonstrasi yang sudah berbulan bulan ini.

Setelah Amerika mengeluarkan serangan nya, China makin ganas terhadap Beijing. One Country two System Policy di runtuhkan, kabar yang beredar Hong Kong akan digabungkan langsung dengan Mainland China, dibawah satu sistem pemerintahan Beijing.

Artinya tidak ada lagi Bendera Hong kong, Kepala Eksekutif, dan sistem demokrasi. Mata uang Dolar Hong kong dipaksa ditarik, digantikan oleh Yuan. Barat, yang selama ini menikmati keuntungan finansial di Hong kong pun kalang kabut. Singapura, Mumbay dan Taipei menjadi salah satu tujuan alternatif pemindahan Bisnis Barat dari Hong kong.

City of London, yang selama ini kian kencang di dengungkan budayawan Ridwan Saidi sebagai kekuatan besar tanpa negara adalah salah satu yang memiliki kepentingan besar atas Hong Kong. Demonstrasi besar besaran kembali terjadi hingga kini.

Secara wilayah dan hukum, Hong Kong sudah dalam kendali militer China. Tidak mungkin lagi Barat akan bertindak secara fisik, hanya rakyat Hong Kong yang dapat menentukan. Berjuang melawan Keputusan sepihak Beijing atau menerima menjadi bagian integral dari sistem Komunis China.

Peace for Hong Kong.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *