The Mighty Ahok

Ahok
pic by Duniaku.net

9 mei 2017 Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya divonis 2 Tahun Penjara dalam sidang ke 22 nya oleh Hakim Dwiarso Budi.

Keputusan yang diharapkan dapat meredam dan menghentikan berbagai gejolak, gemuruh dan pertentangan antara kubu Pro Ahok (Ahoker) dan penuntut keadilan (umat muslim).

Vonis 2 tahun adalah jalan tengah bagi kedua kubu anti dan pro Ahok, lebih ringan dibanding kasus penistaan agama sebelumnya yang rata-rata diatas 4 Tahun Penjara.

Kehebohan lantas terjadi pasca vonis Ahok, para pendukung Ahok ber unjuk rasa di depan gerbang LP Cipinang, tempat Ahok di tahan sebelum kemudian dipindah ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Pro Kontra tentang vonis Ahok berkecamuk di medan media sosial dan forum online. Pesertanya terbagi dalam 4 klan : Pro Ahok (Ahoker), Anti Ahok, netral atau rasional dan cueker.

kasus ini tak hanya heboh di dalam negeri, tetapi melanda negara Belanda, Jepang, USA, PBB, hingga Federasi Bumi dan Galactic Empire.

Melihat fenomena luar biasa yang hanya dilakukan oleh satu orang saja membuat nama Basuki Tjahaja Purnama kelak akan dikenang luas dan mendalam dalam lembaran sejarah bangsa. Dunia akan melihat bahwa ada satu orang saja yang mampu memicu goncangan luar biasa hebat bagi sebuah bangsa besar berpenduduk ratusan juta yang penuh keberagaman.

Dia bukan Jengis Khan, Alexander, Napoleon, Adolf Hitler, Oda Nobunaga, Che Guevara atau Presiden USA, tapi dia adalah Ahok.

Mengenal Ahok

Saya dan mungkin sebagian besar masyarakat Republik mengenal bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika beliau ditandemkan bersama walikota Solo, Jokowi maju sebagai calon Gubernur Jakarta.

Dari situlah saya mulai mengagumi sosok Ahok ini, dengan karakternya yang to the point, blak blakan dan keras diharapkan memberi angin perubahan dalam dunia birokrasi pemerintah agar lebih gesit.

Saya juga membaca buku biografi Ahok demi mengenal lebih jauh riwayat perjalanan hidup beliau. Pantaslah bila dimasa itu, duo Jokowi dan Ahok begitu mengena di hati publik apalagi didukung dengan pemberitaan dari media yang begitu masif dan militan.

Perubahan besar terjadi setelah Bapak Jokowi naik tahta sebagai Presiden ke 7 Republik Indonesia dan Beliau terangkat mengganti posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Setelah menjadi Gubernur, kebijakan pro kontra mulai dijalankan oleh Ahok, dari penggusuran, reklamasi hingga RS Sumber Waras yang akhirnya membuka sudut pandang saya.

Awal Gejolak

Membantah dan menolak hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan dalam pembelian RS sumber waras menurut saya adalah awal dari pro kontra Ahok selain kasus lainnya.

Secara politik dan nama baik, Pak Ahok saat itu masih dalam posisi aman, dan tingkat elektabilitasnya masih tinggi untuk maju dalam Pilkada DKI 2017. Karena dekat dengan lingkar Kekuasaan, dan konon di beking secara unlimited oleh para konglomerat raksasa Tanah Air dan negeri seberang, Kasus yang menimpa Pak Ahok dapat diatasi dengan baik.

Bahkan KPK pun urung membuka pintu penyelidikan bagi beliau.

Tetapi hukum Alam Semesta tetap berputar disegala waktu, Manusia boleh berencana tapi Allah SWT lah yang menentukan.

Pak Ahok adalah orang hebat, sukses, dan berkuasa, tetap sayang banyak yang mengkritik soal attitude dan ulahnya yang sering dianggap keblabasan. Jadilah pidato nya di pulau pramuka kepulauan seribu bak realisasi pepatah mulutmu harimau mu, setinggi tinggi Rudal Taepodong melesat pasti ada saatnya macet juga.

Hikmah

Butuh beberapa bulan agar kasus dugaan penistaan Agama oleh Pak Ahok mencuat ke panggung nasional, saya bahkan baru mengetahuinya jika tidak ada rencana event raksasa Aksi Bela Islam (Baca : Trilogi Aksi Bela Islam ) 411 dan 212.

Sebelum ada aksi tersebut, upaya hukum beberapa pihak dari umat Islam agar Ahok di bawa ke Pengadilan bak angin sepoi-sepoi. Kasus adem karena hampir tidak ada media mainstream yang memberitakannya. Barulah ketika Aksi Bela Islam menghujam hingga singgasana Republik, pemberitaanya tentang kasus ini begitu menyengat.

Last, Mari sudahi berbagai perpecahan yang melanda anak bangsa akibat atas Kasus yang menimpa Pak Ahok ini. Ambil hikmah dan buang segala rasa benci. Keputusan Hakim sudah cukup memberikan kesegaran bagi kedua pihak, meski ada yang menduga keputusan ini dibawah tekanan Penguasa dan Penuntut Keadilan.

Apapun itu.. Inilah Takdir Kehidupan yang telah di tentukan Sang Maha Pencipta. Republik Indonesia terlalu Indah untuk dipecah belah.

Tidak ada Diskriminasi, Minoritas dilindungi Mayoritas mengayomi, tidak ada Makar oleh anak Bangsa, dan ingatlah pepesan Panglima TNI : Ancaman terbesar dimasa depan adalah perebutan Sumber Daya Alam, Pangan dan Air !!!

Tetap Setia, Waspada

Jayalah NKRI

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *