The Tunnel dan The Last Princess, Harapan dan Perjuangan

Kasamago.com – – Sekali lagi deretan film korea menambah khazanah tontonan saya di tahun 2016 ini, setelah di buat surprise oleh film bergenre horor dan thriller kali ini saya tertarik pada film korea yang bergenre Survival dan Biopic berdasarkan kisah nyata. Mereka adalah The Tunnel dan The Last Princess, keduanya telah saya tonton satu bulan yang lalu namun rasa boring level sedang tengah melanda hobi ngeblog, jadilah ulasan keduanya baru dapat saya launching november ini.

The Tunnel

Menontonnya membuat saya teringat dengan film bertipe sama, The Tower yang sama-sama mengangkat kisah perjuangan menyelamatkan diri dan survive dari bencana yang melanda, bedanya The Tower tentang bangunan pencakar langit yang terbakar, The Tunnel tentang terowongan yang tertimbun longsor.

Tersebutlah seorang pria berusia 38 Tahun, bekerja sebagai makelar mobil sedang dalam perjalanan menuju suatu Kota. Dalam perjalanan, Terowongan panjang (1961 Meter) bernama Hado Tunnel yang dilewati hancur karena longsor.

Dalam keadaan terkejut, Lee Jong so segera mengontak nomor layanan darurat 119. Tim Penyelamat terkejut bukan main melihat terowongan yang hancur berantakan, banyak yang menyangsikan Lee Jong So mampu bertahan hidup. Berbekal ponselnya yang terus aktif berkomunikasi, Tim Penyelamat dan seluruh publik Korea mengetahui Lee Jong So masih hidup dan harus mendapat pertolongan.

Upaya penyelamatan yang sangat lama membuat Tim Penyelamat dan Masyarakat mulai ragu, “Kenapa mereka harus buang energi, waktu, ditengah cuaca bersalju demi menyelamatkan satu orang saja?? “, keraguan ini diperparah dengan kematikan seorang pekerja pengeboran akibat piringan mesin pemotong besi terlepas dan menancap ke dada pekerja.

Ketika upaya penyelamatan mencapai hari ke 35, Ketua Tim Penyelamat berhasil menyelamatkan Lee Jong So setelah mendengar suara klakson yang dibunyikan Jong So. Upayanya berhasil, Jong So berhasil diselamatkan bersama seekor anjing milik korban longsor bernama Min a yang telah meninggal. Kabar gembira ini sontak menggembirakan seluruh publik Korea dan tentu saja, Istri tercinta Lee Jong So yang senantiasa menanti tanpa lelah.

Saya sangat menyukai alur nya yang begitu cepat, tegang tetapi tetap diselingi nuansa santai. Dramatisasi korban dan penyelamatannya berhasil membuat Saya tersenyum puas pasca menontonnya.

Skor : 4.0/5.0

The Last Princess

the Last Princess

Salah satu Perang besar paling menggoncang peradaban adalah Perang Dunia I dan II, lewat kedua perang inilah, wajah dunia tak lagi sama, ada yang muram, pedih dan tetap terluka hingga kini. Salah satu perubahan paling menonjol adalah runtuhnya Kekaisaran Ottoman, Dinasty Romanov Russia dan aneksasi Kerajaan Joseon oleh Imperium Jepang yang saat ini dampaknya tetap dirasakan rakyat Korea, terbaginya Korea menjadi Korea Selatan dan Korea Utara.

The Last Princess, berkisah tentang perjuangan Putri terakhir Kerajaan Joseon (Korea) Putri Deokhye  ( 1912 – 1989) dipaksa pindah dan hidup di Jepang demi menghindari potensi pemberontakan rakyat Joseon pada penguasa baru Joseon yakni Kekaisaran Jepang. Rakyat Korea beserta anggota Kerajaan Joseon hidup dalam cengkeraman Kekaisaran Jepang.

Ketika Dewasa, Putri Deokhye terus berusaha mencari cara agar dapat kembali ke Joseon ditengah rasa rindu akan tanah airnya yang begitu dalam. Kehadiran perwira militer Jepang asal Joseon yang ditugaskan menjadi ajudan Sang Putri membuat harapan Sang Putri mendekati kenyataan. Dengan bantuan orang-orang Joseon yang ada di Jepang, upaya pelarian Putri Deokhye dilaksanakan. Sayang, upaya pelarian sang putri ketahuan, Si perwira jatuh tertembak dan sang Putri berhasil diamankan pihak Jepang.

Kisah diatas isi kisah utama,  halaman pembuka dan akhir film The Last Princes terletak pada upaya Sang Perwira di tahun 1960, untuk menemukan kembali Sang Putri yang gagal diselamatkannya dahulu. Usahanya Berhasil, Putri Deokhye ditemukan dalam kondisi sakit jiwa akibat kehidupan muramnya. Pada 1962, Pemerintah Republik Korea mengijinkan Sang Putri untuk kembali ketanah airnya setelah pada 1945, sang putri ditolak oleh Pemerintahanbaru Korea.

Putri Deokhye meninggal pada 1989 di  Balai Sugang, Istana Changdeok dan dimakamkan di Hongryureung, Seoul. The Last Princess adalah film Korea  terbaik pertama yang berdasarkan kisah nyata keluarga kerajaan terakhir Korea, menontonnya jadi teringat Putri Anastasia dari Dinasty Romanov dan Kaisar Pu Yi dari Dinasti Qing.

Skor : 4.2/5.0

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *