The Wandering Earth, Perjuangan mencegah Bumi dilahap Jupiter

Wandering Earth
Wondering Earth – pic by kaskus

Kasamago.com — Gaung kehebohan film Sci-fi asal China ini begitu santer di media sosial, menjadi film terlaris sepanjang masa kedua di daratan Tiongkok. Dengan budget hanya 50 juta dolar, The Wandering Earth berhasil meraup 692 juta dolar. Atas kesuksesan ini, Netflix segera terpincut untuk membeli hak siar nya. 

The Wandering Earth

Di adaptasi dari novel berjudul sama karya Liu Cixin yang terbit pada tahun 2000 silam,saya sangat hype dengan premis nya. Bumi sudah tidak layak lagi berada di sistem tata surya, agar selamat, Bumi harus di bawa berkelana (wandering) mencari tata surya baru. !! 

Umat manusia lantas bersatu membentuk United Earth Government (UEG), sepasukan astronot dari seluruh penjuru Dunia dikirimkan ke Stasiun Luar Angkasa Platform Navigasi. Stasiun ini akan menjadi Guide bagi Bumi untuk keluar dalam tata surya. Untuk menggerakan bumi yang sudah permanen nemplok di poros dan garis edar nya, sebagian sisi Bumi dilengkap mesin energi yang berjumlah ratusan ribu.

The Story

20 Tahun Kemudian, Umat manusia sudah hidup dibawah tanah (Underground City) yang tersebar di seluruh kota dunia. Bumi telah berkelana menjauhi Matahari mendekati Planet Jupiter, seluruh permukaan bumi membeku dengan suhu minus 83.  Untuk berada di permukaan, manusia harus menggunakan pakaian thermal layaknya Astronot.

Tokoh utama dari film ini adalah Liu Qi (Qu Chuxiao), Ayah nya, Liu Peiqiang (Wu Jing), adik nya Han Duoduo (Zhao Jinmai) dan sang kakek Han Zi’ang (Ng Man Tat).

Ketika Liu Qi yang kabur dari UnderGround Beijing menuju permukaan bersama adik dan kakek nya demi menyambut kepulangan Ayah nya malahbertemu dengan pasukan penyelamat unit CN171-11. Yang tengah membawa Lighter Core, alat pemantik bagi mesin pendorong bumi. Akibat gempa bumi yang sering melanda bumi, ribuan mesin energi rusak. Imbas nya, Bumi tertarik gravitasi Jupiter. ini artinya bumi akan meledak tanpa sisa.

Sulawesi

Sulawesi dan Indonesia mendadak menjadi bintang dalam pertengahan kisah, pasalnya, Mesin energi Sulawesi yang ada di garis khatulistiwa menjadi titik penentu melepaskan diri dari gravitasi Jupiter. Misi CN171-11 yang awal nya untuk menolong HangZhou berbalik menolong Sulawesi. Liu Qi dan para kru CN171 pun berupaya menghidupkan kembali Mesin Energi Sulawesi.

Mereka berhasil tapi sia-sia, Bumi sudah di cengkram gravitasi Jupiter. Liu Qi ingat perkataan Ayah nya ketika kecil, Bahwa Jupiter mengandung gas Hidrogen. Dengan memantik ledakan di gravitasi jupiter, maka bumi akan terhempas dan selamat dari gravitasi Jupiter. Liu Peqiang yang seharusnya kembali ke Bumi, memutuskan mengorbankan Stasiun Navigasi dan diri nya untuk meledakan atmosfir bumi.  Bumi pun kembali melanjutkan pengembaraan selama 2500 Tahun cahaya untuk mencapai sistem strata surya baru.

Conclusion

Luar biasa, Industri Perfilman china sukses memaksimalkan budget dan memamerkan kecanggihan visual effect nya. Di tambah, bagi pemirsa Indonesia akan sedikit mendapat kejutan, berkat kehadiran Sulawesi dan bahasa Indonesia didalam nya. Next… Sutradara Frant Gwo dan Produser Gong Ge’er akan semakin mudah untuk mengadaptasi novel Liu Cixin selanjutnya.

Skor : 4.8/5

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *