Tiga Kecanduan Digital paling berbahaya

Kasamago.com – – Dunia digital atau teknologi informasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan peradaban masa kini, ibarat organ penting baru dalam tubuh manusia. Sifatnya memasuki ranah primer semenjak berbagai sektor kehidupan mulai dari Ekonomi, Industri, Pendidikan, Entertaiment, Budaya dan lainnya menggunakan teknologi informasi sebagai ruh terbarunya. Apalagi dukungan gadget warna warni dengan harga super terjangkau, plus biaya internet yang juga dapat digapai semua lapisan dengan mudahnya.

Seperti Konsep Filosofis Yin dan Yang, dunia selalu terbagi dalam dua hal berlawanan, siang malam, hitam putih, baik dan buruk. Begitulah dengan jagat internet, pemakaiannya menghasilkan efek baik dan buruk, semuanya kembali ke tujuan, niat dan kebijakan penggunanya. Man Behind the Gun. Dari sekian banyak efek negatif yang ditimbukan dunia digital, ada tiga jenis yang patut diwaspadai level tinggi, Red Alert karena dampaknya sangat adiktif, memabukan dan sulit diobati bila virusnya telah menjalar sampai stadium akhir. Mereka adalah :

1- Kecanduan Nonton Bokep/Film Porno

Golongan ini dihuni oleh mayoritas kaum Adam, bahkan fakta pernah membuktikan, pria yang pertama kali mengenal internet, kebanyakan mencari hal berbau seks atau pornografi. Ini fakta karena saya sendiri dulu pun pernah mengalami :-D. Efek kecanduan bokep sama parahnya dengan efek kecanduan narkoba, hanya berbeda area utama kerusakannya. Terlalu sering ngebokep sangat berbahaya bagi siapa saja terutama yang masih remaja ataupun belum menikah.

Sebagai contoh pribadi, pernah suatu kali saya seharian ngebokep imbasnya otak serasa mandeg, dan tingkat kecerdasannya terganggu, banyak hal penting di otak yang tiba-tiba lenyap dan sulit diakses. Ya ngebokep bagi saya terbukti menurunkan produktifitas dan kreatifitas. Orang bilang, ketimbang ngebokep mending ML sekalian, dosanya sama efeknya lebih baik dari ngebokep.. hahaha. #Parental Advisory

2- Kecanduan Belanja Online

Efeknya apalagi kalau menguras pendapatan dan menggoncang pilar ekonomi rumah tangga atau pribadi. Saya sendiri mengalami hal demikian ketika pertama kali mencicipi belanja online, hasil nya ketagihan terus, meski kemudian dapat dihentikan sebelum jauh lebih parah. Transaksi online saat ini begitu menggoda, tak perlu keluar rumah, cukup didepan layar dan sediakan uang cukup di bank. Lihat sana sini browsing barang, cocok suka langsung masuk keranjang belanja. Kesimpelannya inilah kadang yang menjadi motor dan pemicu otak untuk rutin berbelanja online dan membuatnya menjadi aktifitas mengasyikan, bila dibiarkan alamat tabungan terkuras habis, kebutuhan lain yang lebih penting bisa terabaikan.

Tips nya adalah FUNCTION NOT FASHION, selalu utama kebutuhan. Kembali saya sebagai contoh, saya hanya berbelanja online bila barang tersebut tidak ada dikota saya, sulit dicari, atau harganya lebih terjangkau ketimbang Offline. Dengan menerapkan hal ini, napsu belanja online dapat dikendalikan.

3- Kecanduan Google

Siapa sih yang hampir tidak membutuhkan mesin pencari paling mahakuasa di planet bumi ini? Dan Hanya bisa disaingi didaratan china oleh Baidu. Sekarang ini mau tanya apapun, mencari apapun semuanya dapat dijawab mudah oleh google, dokter pun (mungkin) kalau lupa diagnosa, resep, prosedur tinggal menyentuh Smartphone kemudian Googling. Beres.

Dengan sedemikian manfaatnya google, lalu apa negatifnya? Terlalu sering memakai google dan menyandarkan semuanya dengan google berimbas pada nganggurnya pemakaian otak kita. Otak jadi manja banget, dikit-dikit tanya google. Ilmu dan pengetahuan yang tersimpan di otak sulit dipanggil kembali (Recognize), Otak menjadi malas mengingat, berpikir dan berolahraga. Saya sendiri pun mengalami demikian. Rasanya kemampuan otak terasa dikekang karenanya semuanya diambil alih oleh si Google. Sesekali bila dirasa masih bisa digali dari otak, hindari menggantungkan semuanya Google

Well, itulah tiga hal utama yang paling mencandukan dari jagat digital. Mohon setujulah dengan saya karena memang terbukti secara faktual, empiris dan klinis dengan contoh dari kehidupan digital saya sendiri. So, Apapun yang berlebihan pasti tidak baik, Bijaklah dalam memakai segala sesuatu hal, seperti senjata yang akan sangat berguna bila tepat penggunaanya.

Pic by Deviantart.com

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *