Train to Busan dan The Wailing, The Best Korean Movie 2016

Kasamago.com – – Di tengah hingar bingar kebangkitan perfilman Indonesia dimana ada lebih dari 5 Judul film yang mencatatkan prestasi mendatangkan lebih dari 1 juta pengunjung Bioskop. Salah satunya Warkop DKI Reborn Part 1 yang dinilai sangat sukses menghidupkan kembali para legenda Warkop ke abad digital dengan meraup 2 Juta penonton dalam waktu 2 hari saja.

Dalam kemeriahan perfilman nasional, Saya memutuskan untuk menghemat energi dan tenaga dengan sejenak mengalihkan pandangan pada film-film Asia lainnya, Jepang dan Korea yang cukup saya lewatkan. Ketimbang Jepang yang lebih condong ke anime movienya, Korea menawarkan genre yang cukup sangat membuat diri ini penasaran, Thriller, Mistery, and Horror.

Dari beberapa list film korea di tahun 2016, pilihan pertama jatuh pada the Wailing dan berikutnya kepada Train to Busan. Kedua film ini dengan mantab menyuntikan sensasi keseruan dan ketegangan seperti terkejut, melongo, dan tersengat kaget. Yeah.. Marvelous ! a Great Movies

The Wailing (12 Mei 2016)

Didaulat sebagai film bergenre Mistery / Thriller, saya malah menemukan ada sedikit unsur Horror dan supranatural di film.. Surprise?? Mungkin. Yang pasti, film yang digawangi oleh Sutradara Hong-jin Na ini malah membuat sejuta pertanyaan paska nontonya. Asem !! ini film enaknya bukan buwat hiburan tetapi mengobati rasa kangen akan film bergenre mistery, thriller berkualitas jempolan banget.

The wailing cocok dan ajib banget dinikmati dan diresapi sebagai film yang nantinya jadi bahan diskusi seru bin absurb karena kayaknya si Sutradara melepaskan arti ending filmnya pada interpretasi penontonnya masing masing. Terserah kamu lah..

Berkisah tentang seorang pendatang dari Jepang ke sebuah desa di Korea Selatan. Pasca kehadirannya, Situasi desa menjadi mencekam. Pembunuhan sadis yang dilakukan oleh warga yang berubah menjadi “Zombie”, Gadis misterius, dan kerasukan setan. Seorang polisi lantas menyelidiki kasus ini demi menyelamatkan putri tunggal dan keluarganya. Oia, sensasi tegang dan gemetar tidak disebabkan oleh kerasukan atau zombie, tetapi akting karakter utama nya yang begitu menggemaskan.

Skor : 4.0/5.0 ~ Joss Maknyoss

Train to Busan (20 July 2016)

Gak nyangka, perfilman Korea selatan sudah berhasil membuktikan bahwa mereka mampu menyajikan sebuah film tentang zombie yang selama ini menjadi domain perfilman Hollywood. Train to Busan (Busan Bound) langsung memancing gairah menonton saya ketika melihat banyak sekali komentar tentang sang film dan tentu saja settingnya yang berada di korea mengingatkan saya dengan beberapa film keren yang memakai latar didalam moda transportasi, dimana ruang bergerak menjadi sangat terbatas, tetapi disinilah letak asyiknya.

Train to Busan berhasil menggapai ekspetasi saya dan mengobati kerinduan akan film Zombie berkualitas pasca serial the Walking Dead dan World War Z.

Korea bikin film Zombie ?? Jangan-jangan nanti kayak Jepang ?? setengah serius. Kegundahan ini sirna ketika saya sangat menikmati durasi demi durasi filmnya. Di buka dengan tempo yang adem ayem namun berbau bahaya menyengat, dalam sekejap segera berubah panas ketika kereta api yang ditumpangi tokoh utama berubah menjadi ladang pembuatan Zombie.

Upaya survival dilakukan oleh penyintas dengan berbagai cara. Seru nya, disinilah Sutradara Sang-ho Yeon memberikan suatu fenomena, bahwa ketika chaos terjadi, lawan menakutkan bukanlah sang Zombie, tetapi para manusia itu sendiri. Kepanikan, Kekalutan, Kepedihan, Ke egois an, dan sebagainya adalah bahaya sesungguhnya.

Selain aura Thriller, Horror dan action nya, Train to Busan juga memberikan drama kemanusiaan yang begitu ironis, bagaimana para tokoh baik yang ingin menolong sesama justru malah dikhianati sesamanya. Di Ujung film, Train to Busan masih menyisakan tanda tanya segede Godzilla, Dari mana virus berasa, apa bagaimana siapa yang harus bertanggung jawab . Tanda tanya ini harus dijawab di sekuel selanjutnya, yang mungkin saja berjudul Train to Seoul, yang lebih menekankan upaya membongkar sumber virus dan pengobatannya. Dan untung, film yang berhasil meraup 10 juta penonton dalam sebulan ini ada versi prequelnya yang berbentuk animasi berjudul Seoul Station

Skor : 4.4 / 5.0

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *