Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dijebak Politik Grasa Grusu

Ustadz Abu Bakar Baasyir
Ustadz Abu – Pic by Panjimas

Kasamago.com – – Sekali lagi, rakyat Indonesia disuguhkan drama picisan ala Ecounter, meski sangat jauh kualitasnya. Kejadian unik bin konyol terjadi di awal Tahun 2019, tahun hotboiler palagan Pilpres 2019.

Titah Raja justru di anulir salah satu hulu balang nya, Aksi Sang Raja yang mendeklarasikan akan membebaskan Narapidana tertuduh Terorisme bin Makar, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (81) yang main tabrak SoP sana sini tercium radar sebagai bagian dari upaya melepaskan diri dari stigma “Anti Islam”.

Tuhan vs Malaikat

Saat Ahli tata Negara diutus Raja sebagai wakil nya, Proses Pembebasan Ustadz Abu terlihat lancar. Pondok Pesantren asuhan di Ngeruki Solo pun berbenah diri menanti sang Ustadz.

Apes, laksana Titah Tuhan dianulir oleh Malaikat nya sendiri, Upaya Sang Raja justru di kritik keras oleh senopati nya, Jangan Grasu Grusu. Konon katanya dihadapan awak media kerajaan, sungguh senopati luar biasa paling berani dalam sejarah Kerajaan Nusantara di era Digital.

Menurut Salah satu tokoh Hukum Kerajaan, proses pelaksanaan pembebasan Ustadz Abu seharusnya melalui Menteri Hukum dan Ham atau pejabat terkait lain nya melalui mekanis yang berlaku, bukanlah memakai jasa Makelar.

Baca Juga : Terorisme di antara Bisnis dan Radikalisme

Ahok dan Kepanikan

Pasca Debat Pilpres pertama, elektabilitas sang raja tak terlihat membaik, bahkan menurut salah satu lembaga survei dari planet Namec, elektabilitas raja terjun bebas tanpa parasut. Pembebasan Ustadz Abu pun dianggap mampu mendokrak image positif. Sayang, Sebagian umat Islam paham, Ustadz Abu memang sudah sepantasnya bebas tanpa perlu aksi ‘Merciful’ Raja.

Entah kebetulan atau  by Design, Polemik Pembebasan Ustadz Abu bersamaan dengan bebasnya Sang Putra Mahkota alias Ahox sehingga terlihat seolah menutupi euforia Putra Mahkota. Belum lagi kalangan Aktifias HAM dan dari negeri Kanguru pun ikut bergaung, Istana pun riuh bak menjadi sangkar peternakan burung prenjak.

Sudah kadung di koar kan, publik pun menuntut kepastian sikap Sang Raja. Ustadz Abu Bakar Bebas Iya atau Tidak?? Pertanyaan sederhana namun dijawab dengan klise, Ustadz Abu boleh bebas asal tunduk pada NKRI dan Pancasila.. What The..

Menjelang Pemilihan Umum Raya, Kekonyolan justru selalu di pertontokan Raja beserta kabinet nya yang seperti Robot tanpa remot. Bom Waktu ditabuh Raja, Hobi ngasih “PHP” bakal menjadi boomerang, Sponsor Raja yang pernah ngasih 60 milyar saja di telikung, apalagi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang sudah tidak mungkin menyelamatkan elektabilitas Sang Raja.

Last, “PHP” yang diterima Ustadz Abu jelas bentuk Kezhaliman atas nama Kemanusiaan dan moral, Jika Rakyat tak mampu mengutuk Sang Raja, tentu hanya kepada Bharata agung harapan dilabuhkan.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *