War V1 dan Kesiapan TNI menghadapi Pertempuran Robot di masa depan

Kasamago.com – – lagi dan lagi, putra putri Bangsa Indonesia kembali menorehkan prestasi dan inovasi kreatif yang sanggup menumbuhkan kembali jiwa jiwa kebanggaan terhadap Ibu Pertiwi. Sebuah prestasi, khususnya diranah Industri pertahanan (militer) semakin berkembang pesat sejak Presiden SBY mencanangkan Program Modernisasi Militer MEF (Minimum Essential Force) bagi seluruh matra Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

War – V1 adalah salah satu contoh karya anak bangsa yang luar biasa, Robot Tank Futuristik yang dirancang oleh beberapa mahasiswa Indonesia dan dibuat oleh BDL Tech,  perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan (kelistrikan, elektronika, instrumentasi, mekanik, dan otomasi).  Rencananya BDLtech berekspansi di bidang usaha riset teknologi dengan ruang lingkup Pendidikan serta Pertahanan dan Keamanan.

War-V1  lebih tepat disebut sebagai Kendaraan Tempur Hybrid, karena dapat dikemudikan by remote dan bisa juga dikendalikan langsung oleh seorang awak. Dipersenjatai dengan Senapan Mesin ,Pelontar Granat dan kedepan akan dilengkapi dengan roket. Melihat konsep nya, War-V1 adalah buah karya yang sangat jenius, seolah telah memproyeksikan kebutuhan tempur di masa mendatang. Antara lain sebagai pendukung pasukan Infantry, Pertempuran dalam kota, penanganan ranjau, dan dapat pula digunakan oleh pasukan Lintas Udara (Airborne). Bentuk kecilnya tentu sangat sanggup di muat dalam perut Pesawat Angkut Pasukan (Paratrooper Aircraft).

Robot ataupun Kendaraan yang dikontrol dari jarak jauh mulai marak dilibatkan dalam pertempuran modern, di pelopori oleh Militer Amerika ketika melancarkan Invasi di Afghanistan dan Irak. Penggunaan Robot pengintai, Penjinak Ranjau, dan UAV (Drone) adalah deretan Robot yang telah masif dioperasikan oleh Militer Amerika sehingga sejak itulah Dunia militer telah memasukan Robot dalam jajaran persenjataan dan pasukan tempurnya.

Keterlibatan Robot dalam pertempuran telah lama dikenal umat manusia melalui dunia perfilman, yakni : Star Wars, Robocop, Terminator, I,Robot, Stealth, Chappie dll. Dalam film dikisahkan, Robot telah mampu mewakili kehadiran manusia dalam kehidupan sehari-hari termasuk menjadi seorang Prajurit tempur. Tak mengenal kematian, Logistik, dan dapat dilengkapi berbagai senjata adalah kelebihan Robot. Di masa depan, bukan tidak mungkin guna menghilangkan resiko kematian pada Tentara manusia, Robot akan di plot untuk menggantikan tentara manusia di medan tempur.

Tetapi hal ini menuai kontroversi besar, banyak pihak menempatkan robot untuk mengganti peran manusia di sektor tertentu seperti militer berpotensi menimbulkan mara bahaya besar bahkan bagi eksitensi manusia itu sendiri. Robot yang semakin canggih dapat berbalik digunakan untuk menyerang manusia !, Perang antara Manusia vs Robot bisa saja terjadi seperti di film Sci Fi, Terminator. Meski menuai kontroversi, Robot tetap serius dikembangkan.

Amerika dan Russia adalah Dua negara yang sangat aktif mengembangkan Fungsi Robot untuk keperluan militer. Salah satu nya, Robot dapat digunakan secara terbatas pada medan tertentu yang sangat berbahaya bagi manusia. Russia sendiri di tahun lalu telah mengenalkan Robot tank mirip konsep War-V1 Indonesia. Bedanya, Russia menggunakan software kecerdasan buatan (A.I) Bernama Unicum. Unicum dirancang mampu berpikir sendiri ketika bertempur, seperti menentukan target, identifikasi musuh, mengenali kontur medan, dan meminta ijin untuk menghancurkan target tertentu. Kedepan, Russia akan menginstal Unicum pada robot-robotnya, baik Drone, Tank maupun kapal selam.

Melihat Robot kian aktif berperan dalam sebuah Combat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) wajib  turut berpartisipasi dalam dunia robot militer, sehingga kelak dapat Bersiap diri menghadapi Perang modern yang melibatkan pasukan Robot. WAR V-1 dapat menjadi gerbang pembuka bagi TNI untuk concern dalam pengembangan teknologi Robot tempur. Bila perlu PT Pindad dan Dislitbang TNI dapat bekerja sama dengan BLD Tech untuk mengembangkan War-V1 lebih canggih lagi, Semisal :

  • Memakai material baja khusus atau bahkan smart Material/Self Healing Material, Material yang mampu memperbaik kerusakannya sendiri.
  • Melengkapi War V1 dengan radar canggih dan System Pengintaian (Reconnaissance).
  • Memiliki Fitur Customize, Jenis Persenjataannya dapat di gonta ganti sesuai kebutuhan. Dari Machine Guns, RCWS, Granat, Roket hingga Rudal jarak Pendek (TD 2000D /Grom).
  • Mampu mendeteksi ranjau dan menjinakkan Bom
  • Memiliki fitur Amfibhi sehingga dapat digunakan pula oleh Korps Marinir.
  • Dapat meledak sendiri (Self Destruction) apabila direbut Musuh
  • Sistem Penggeraknya bervariasi, bisa roda berantai maupun ber kaki (legs) seperi robot Amerika, Darpa LS3.

Kiranya bila War V1 telah dikembangkan dengan fitur-fitur diatas, niscaya War V1 dapat menjadi salah satu Alutsista handal yang dijagokan oleh TNI dalam setiap operasi militernya. So, Semoga kehadiran War V1 dapat menginspirasi Kementrian Pertahanan / TNI untuk memberikan perhatian serius di sektor Robotika.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *