YF 23 Black Widow II, masa depan AU Jepang?

YF 23 AU Jepang – pic by DeviantArt

Kasamago.com — The Japan Indigenous Fifth Generation Fighter Mitsubishi F3 atau ATDX Shin Shin kini telah tumbang sebelum berperang. Pemerintah Jepang memutuskan menghentikan pengembangan Mitsubishi F3 dengan Alasan Efisiensi, dan ke Efektivitas yang dinilai kurang Optimal jika diteruskan.

Sebab lain nya, Jepang melirik Project pengembangan YF 23 Black Widow II milik Northop Grumman yang Secara teknis tinggal dilanjutkan, tidak lagi dirintis dari nol seperti Project Mitsubishi F3.

About YF 23 Black Widow II

YF 23 Black Widow II atau Ghost Gray, dari namanya saja sudah terdengar keren bin serem. Salah satu nama terbaik dalam jajaran jet tempur dunia.

Di kembangkan oleh Northrop Grumman di tahun tahun terakhir perang dingin dalam program pengembangan jet tempur generasi ke 5 Amerika. YF 23 akhirnya kalah bersaing dengan komprador nya, Lockheed Martin  F 22 Raptor yang dipilih Pemerintah Amerika sebagai pemenang Jet Tempur generasi ke 5 nya.

Bicara Desain, siapa yang tak terpukau oleh lekuk bodi nya yang aduhai.. tajam, sayap nya berbentuk Segitiga jika dilihat dari atas, pokok nya sekeren naga nya Hicup, Night Fury.

Dirancang sebagai Air Superiority/Supremacy Fighter, berdaya jelajah tinggi, super stealth sehingga sangat cocok berlaga di teater Pacifik. Harga nya ditaksir 200 juta dolar US per unit nya.

YF 23
YF 23 Cockpit – pic by vignette

Tantangan Jepang

Tak ada yang meremehkan Jepang dalam meracik Alutsista strategis berteknologi tinggi, dan faktor internal lain nya. Tetapi yang membuat Jepang gamang dan ngebet memiliki Armada Jet Tempur Generasi ke 5 adalah Waktu.

People Liberation Army secara drastis memompa kekuatan militer nya, terutama matra laut dan udara,mengganggu Balance of Power kawasan serta memicu Atmosfir ala Perang Dingin (Barat vs Timur).

Sudah terlambat jika Jepang tetap meneruskan Gen 5 nya, Superiority dan Supremasi Udara dapat diraih Jepang bila mampu mengembangkan Generasi  6.

Bicara Gen 5 saat ini sudah cukup pasaran, Rusia, Amerika dan China sudah merintis nya. So, YF 23 mungkin menjadi pilihan arif Jepang, dengan kemampuan poles dan treatment nya, YF 23 dapat di upgrade ala Generasi 6. Secara desain ,YG 23 sudah memilikinya.

Setelah waktu, berikut nya adalah kebijakan Politik Amerika, Bersedia kan Amerika memberi green card bagi Jepang memiliki jet tempur superior yang dapat menyaingi F22 Raptor?

Berkaca pada komitmen Amerika untuk tidak akan menjual F22 Raptor ke Jepang dan memahami kengototan jepang sehingga nekad membangun jet tempur generasi ke 5 nya sendiri seperti nya akan terjadi win win solution.

Amerika memberi Jepang akses blue print project YF 23 Black Widow II dengan syarat hasilnya akan dinikmati berdua. Dengan kata lain, andai kata Jepang sukses memproduksi YF 23 ala Generasi ke 6 nya, maka hanya Amerika dan Jepang yang menjadi user pertama nya.

Last sinyal atas kembali nya kekuatan militer Jepang sudah jauh hari terjadi semenjak Modernisasi besar besaran PLA China, disertai ujicoba teknologi terbaru dan kemungkinan Fighter generasi ke 6 akan terlihat tak lama lagi.

Menyambut dinamika yang kian cepat, AU Jepang sudah sangat menanti pengganti Mitsubishi F2 yang pensiun 2030 nanti dan Mitsubishi F15J/DJ yang terlihat menua dihadapan chengdu J20 Soaring Dragon.

Remains to be seen

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *