Yunani, Noda dari Uni Eropa

Kasamago.com – – Kewibawaanya sebagai Negara para dewa dan salah satu negara pariwisita dengan peninggalan agung peradaban masa lalu Yunani tak membuat negara dengan nama resmi Republik Hellenik ini lolos dari jebakan maut krisis ekonomi. Penyebabnya Utang Pemerintah yang tak terkontrol dan gagalnya usaha untuk memperbaiki tersebut menyebakan Pemerintah Yunani menyatakan gagal bayar terhadap utang jatuh tempo dari IMF (International Monetary Fund).

Referendum di mulai dan Rakyat Yunani memutuskan untuk menolak talangan Uni Eropa dan meminta penghapusan Utang, Rencana untuk keluar dari Zona Euro (Uni Eropa) semakin menguat. Sejalan dengan itu, Pro dan Kontra masih mewarnai para pemimpin Yunani dalam menyikapi dan mengatasi krisis ekonomi negaranya. Lucu memang, tak ada yang menyangka bahwa ada anggota dari Uni Eropa mengalami nasib sedemikian apesnya, dunia tahu bahwa Uni Eropa adalah Aliansi kuat yang terdiri dari negara-negara eropa dengan pondasi ekonomi dan IPTEK yang cukup tangguh. Bila ada satu negara anggota UE mengalami masalah, maka seluruh negara UE akan bahu membahu membantunya.

Keanehan terjadi, menjadi anggota UE bukanlah jaminan seumur hidup, meski Yunani tergabung dalam pemakaian mata uang Euro Bersama (Zona Euro) nyatanya kebijakan Fiskal Yunani berbeda dari Anggota UE lain meski mata uangnya menyatu bersama UE. Akibat memakai mata uang bersama, Yunani kehilangan kontrol atas mata uangnya. Berbeda dengan Turki dan Islandia yang dapat mengatur sendiri nilai tukar mata uangnya guna memancing gairah kunjungan wisatawan asing ke negaranya. Bom waktu bagi masa depan Yunani telah berdetak kencang, Pemerintah dan Rakyat Yunani harus menemukan solusi untuk kabur dari jeratan Krisis. Pengangguran telah melonjak kemana mana, Jumlah rakyat miskin semakin meningkat, Harga barang-barang tak naik tetapi Daya beli masyarakat hilang, Penarikan Dana lewat ATM dibatasi dan serangkaian efek krisis lainnya.

Di sisi lain, terjadi sentimen keras antara publik Yunani dan Jerman, Rakyat Jerman menyatakan tidak rela bila uang negaranya digunakan untuk menalangi krisis ekonomi Yunani terus menerus sedangkan Rakyat Yunani mengungkit ungkit luka lama terkait invasi Jerman ke Yunani dan menyebut Kanselir Jerman sebagai Hitler.

Well, sepertinya krisis semakin tak tentu arah apabila seluruh elemen dan pihak terkait di Yunani tak mampu memadukan tekad, arah dan tujuan bersama. Keluar dari komunitas Uni Eropa adalah salah satu pilihan terakhir sehingga Yunani mampu mengontrol sendiri mata uangnya serta terbebas dari rasa adiktif atas pelayanan dan kemanjaan yang selama ini diberikan Uni Eropa. Uni Eropa adalah Zona nyaman bagi Yunani yang memabukan bila tak mampu dikendalikan, dengan keluar dari zona nyaman niscaya Yunani akan terpaksa dan terlecut kekuatan nasionalismenya untuk menghadapi krisis. Namun stigma negatif akan menghantui Uni Eropa, keluarnya Yunani dapat berefek domino pada berbagai hal seperti persepsi bahwa era Uni Eropa telah memudar, Memicu negara anggota lain mengikuti langkah Yunani dan kepercayaan pada Uni Eropa kan runtuh. Nama besar Uni Eropa dipertaruhkan di Yunani sedang Masa Depan Yunani dipertaruhkan di Uni Eropa.

Last, Yunani harus segera berlari mengejar langkah Islandia, Negeri kecil di tepi kutub utara yang menjadi negara eropa pertama yang sukses meninggalkan krisis pada 2011 silam. Kunci nya, jadilah diri sendiri dan optimalkan potensi bangsa yang dimiliki.

Pic by Kompas.com

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *