Belajar Demokrasi dari Film THE TRIAL OF THE CHICAGO 7

Chicago7
Chicago 7 – Flickeringmyth.com

Kasamago.com – – Saya meyakini, dan keyakinan ini ditopang oleh fakta sejarah bahwa Perang yang tidak didukung oleh rakyatnya sendiri pasti mengalami kekalahan, salah satunya Perang Vietnam (1953 – 1973) yang melahirkan Unjuk rasa sepanjang tahun, dimana puncaknya terjadi pada 1968 yang kemudian melahirkan tokoh menentang perang Vietnam berjuluk Chicago 7.

INTRO

Mumpung sedang musimnya Demonstrasi di negeri sendiri terkait Omnibus Law, Netflix memainkan situasi dengan merilis film bertema Unjuk rasa berjudul The Trial of the Chicago 7 alias Persidangan bagi Chicago 7.

Film ini Berdasarkan kisah nyata pada 1968, dimana 7 Kelompok Demonstran menentang Perang Vietnam dalam acara konvesi Nasional Demokrat ke 35 di Chicago, yang berujung Konflik berdarah antara Kepolisian  dan Demonstran.

The Trial of The Chicago 7 mengupas perjalanan persidangan para tokoh Demonstran yang didakwa memicu bentrokan berdarah. Persidangan ini sangat kental nuansa politis nya, sebuah fenomena yang lazim terjadi dinegara demokratis manapun.

Dimana aksi kriminal dapat dilakukan oleh aparat pemerintah atas nama negara, dan Penguasa memanfaatkan seluruh sumberdayanya untuk menutupi itu dari publik dan mengarahkan kesalahan kepada pihak lain.

Realita ini pun menjadi penegas abadi, Bahwa Hukum sejatinya dibuat untuk mengatur Masyarakat menengah bawah, bukan kalangan atas / penguasa.

THE MOVIE

Film dibuka dengan adegan perkenalan para tokoh Chicago 7 yang sedang menyiapkan rencana unjuk rasa menentang Perang Vietnam saat event Konsesi Partai Demokrat di Chicago pada 1968.

Tokoh ini antara lain Rennie Davis dan Tom Heyden ,Pemimpin the Student for a Democratic Society (SD), Jerrie Rubin dan Abbie Hoffman ,Pemimpin the youth Internasional Party (Yippies), David Dellinger ,Pemimpin the Mobilization to End the War In Vietnam (Mobe), Bobby Seale dari Black Panther Party, John Froines dan Lee Weiner.

Di pihak Pemerintah, Mereka menyiapkan Jaksa Penuntut yang diberikan kartu hijau untuk menghalalkan segala cara agar ke 7 tokoh ini dapat dijerat hukum, meski faktanya mereka tidak bersalah karena pemicu bentrokan berdarah sejatinya adalah Aparat Kepolisian Chicago.

Meski bertema berat, The Trial of Chicago 7 memasukan banyak unsur komedi terutama dari kedua tokoh pemimpin Yippies, persidangan politis penuh konspirasi diubahnya menjadi ajang komedi yang sukses menyegarkan urat kepala.

Pada akhirnya, melawan kekuasaan adalah hal yang mustahil dilakukan dalam suatu persidangan, keadaan ini diamini sang Pengacara terdakwa, William Kunstler. Intimidasi dan Pembunuhan berencana pun terjadi selama persidangan.

Disi lain iklim persidangan yang dipimpin Hakim Julius Hoffman tampaknya sudah berat sebelah. Buktinya saat Pengacara para terdakwa menghadirkan saksi kunci, Mantan Jaksa Ramsey Clark Hakim justru tidak menghadirkan para Juri.

Hukuman 5 tahun Penjara kemudian diberikan para terdakwa, Vonis ini lalu dibatalkan oleh seventh circuit court of appeals lalu persidangan baru dijadwalkan kembali.

CONCLUSION

Dari durasi film yang menyentuh dua jam lebih ini, ada satu adegan yang membuat saya acungkan jempol, yakni saat Abbie menjadi saksi lalu berkata “Pada 1861, Lincon berkata dalam pidato pelantikannya, Saat rakyat jemu akan hak konstitusinya, Untuk ubah Pemerintah mereka akan memakai Hak Revolusioner untuk mengoyak dan menggulingkan Pemerintahan itu.” Jika Lincoln berkata seperti ini saat ini, dia akan disidang bersama kami.

Keren Cadas, Quote Lincoln seolah menmbus jaman karena tetap relevan hingga kini. At Least, The Trial of The Chicago 7 dapat menjadi tontonan menarik dan menjadi pembelajaran sejarah terkait isu publik yang memicu pertentangan dari masyarakat. Di tambah, jejeran aktor berkelas Hollywood menjadi nilai revolusioner di film ini.. Kualitas mereka membuat Chicago 7 terasa berwarna meski dalam nuansa kelabu.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *