Bisakah Misil Hypersonik di cegah dan dihancurkan? Belum bisa jawab nya

Hypersonic
Dark Eagle, US Hypersonic Missiles

Kasamago.com – – Hypersonic Missiles, adalah salah satu senjata paling mutakhir abad ini dimana hanya segelintir negara besar yang mengembangkan. Sesuai nama nya Misil Hypersonik adalah peluru kendali yang mampu melesat di atas kecepatan suara, mampu melakukan berbagai manuver dan Gerakan Azimuth. Kemampuan inilah yang tidak memungkinkan Misil Hypersonik untuk di cegat dan ditembak jatuh.

Mengenal Hypersonik

Misil Hypersonik adalah sosok penghancur system pertahanan udara masa kini, kehadiran nya seolah mulai meniadakan peran perisai udara yang menjadi garda terdepan pertahanan udara dari ancaman rudal lawan.

Rusia, India ,China dan Amerika adalah secuil negara yang sangat intens mengembangkan misil hypersonic ini, Setiap Misil Hypersonik pun dibedakan sesuai dengan basis peluncuran nya umumnya berbasis peluncuran menggunakan Glider ,Kapal dan Kapal selam.

mereka antara lain Rusia : Zircon (Sea), Avangard (Glider) dan Kinzhal (Air based). India : Brahmos II (Glider n Sea Based) China : DF 17 (Glider) ,Amerika menjadi yang paling banyak jenis, karena setiap matra mengajukan pengembangan nya sendiri. namun Glider based menjadi yang paling massif dikembangkan Amerika, yang terbaru adalah Dark Eagle

Dilansir dari artikel Military.com berjudul “Why Russia’s Hypersoni Missiles Cant Be Seen on Radar” ,menyebut Misil Hypersonik Rusia, 3M22 Zircon terbang sangat cepat dan rendah, mengebut hingga March 6 di trajektori balistik atmosfir rendah. Berdaya jelajah hingga 1000 km ,saking cepatnya, serta bentuknya yang menyerap radar, praktis membuat Zircon kasat mata dalam tangkapan radar.

Sistem tempur Aegis milik Amerika andaikata mampu mendeteksi kehadiran Zircon dari jarak 100 miles, namun Aegis hanya di beri waktu 1 menit untuk bertindak, dan dalam waktu 1 menit itu Zircon sudah berada dalam daya tangkapan fisik Kru Aegis.

Hypersonic Missiles
DF 17 China

Bisakah menghentikan Hypersonik ?

Jawaban nya belum ada teknologi pertahanan dan senjata yang mampu menghadang Misil Hypersonic saat ini. Teknologi yang memungkinkan untuk menghalau Hypersonic hanyalah senjata berbasis energi dan partikel, serta senjata non kinetic lain yang belum dapat di sebutkan.  

Last, Kehebatanya Hypersonik membuat Rusia berencana mengganti seluruh Misil lama nya dengan Hypersonik, baik yang di Matra Udara, laut maupun bawah laut nya. Dan Amerika serikat terpicu untuk segera menyelesaikan uji coba Misil Hypersonik nya.

China mungkin menjadi satu satunya negara yang sudah mengoperasionalkan Misil Hypersonik DF 17, namun spesifikasi nya masih jauh dari Hypersonik yang tengah di kembangkan Rusia , Amerika dan India. Meski begitu, Kehadiran DF 17 mendongkrak kemampuan militer China di pentas global secara signifikan.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *