Defiant X vs V-280 Valor

Defiant X
Defiant X – nationalInterest.org

Kasamago.com – – Amerika Serikat mempertahankan Dominasi dan Supremasi nya di Dunia melalui Kekuatan Militer, Industri Militernya terus bergairah menjawab tantangan jaman serta kebutuhan Militer Amerika. Yang terbaru, Angkatan Darat Amerika atau US Army meng announce bahwa Helikopter Angkut multiguna Sikorsky UH-60 Blackhawk yang sudah mengabdi 40 Tahun akan di Pensiun kan.

Lalu siapa Pengganti nya ? US Army mengAnnounce pengganti Blackhawk melalui Project U.S. Army’s Future Long-Range Assault Aircraft (FLRAA) Para industri besar Rotorcraft Amerika pun bersaing, yakni Bell-Lockheed dan Sikorsky-Boeing. Kedua pihak menyuguhkan Pengganti Blackhawk dengan desain Futuristik, Bell Textron dengan V-280 Valor dan Sikorsky-Boeing dengan SB1 Defiant-X .

Secara teknologi keduanya sudah tidak diragukan lagi, canggih sesuai perkembangan teknologi termutakhir, namun US Army sebagai pemakai memiliki pertimbangan pendukung seperti Fitur, Operasional dan Biaya. Pada 5 Desember 2022 lalu, US Army menjatuhkan Pilihan pada V-280 Valor karena memiliki keunggulan lebih dalam manuver dan kecepatan. Valor memiliki Speed 520 kmh dibanding defiant X yang hanya 460 kmh.

Defiant X vs V-280 Valor

Bell V280 Valor
V280 – Valor

Secara desain, Defiant X bisa dikata sebagai Stealth Helicopter. Bodynya menerapkan garis low visibility khas Pesawat Tempur Generasi 5, Dibekali Baling baling Coaxial seperti Kamov K50 Helicopter. Dimensi tubuhnya terlihat besar sehingga tentu punya daya angkut yang mumpuni. Namun secara keseluruhan, menurut saya Defiant X lebih ke civil military look seperti Super Puma. “Aura tempur” nya masih lebih baik si Blackhawk. Defiant X sangat perfect untuk kebutuhan Angkut VVIP, Maupun surveillance, dimensi tubuhnya pasti bisa bawa banyak perkakas elektronik.

Nah, giliran si Valor, lekuk desain body dan Vshape ekornya langsung mengingatkan saya pada burung Alap alap walet (Falco subbuteo), salah satu burung kecil tercepat di dunia. Inilah Aura Valor yang sangat terekspose.. Desain nya lebih agresif dibanding kakaknya, V22 Osprey yang kalem. Teknologi Baling Baling Trilotornya mendukung  Aura itu, Se-Fungsional Helikopter, Secepat Pesawat.

Kompak, Imut ,Lincah, Gesit, itulah hal yang menurut saya sangat terlihat dari V-280 Valor, tak salah jika US Army lebih condong pada si imut ini. Tiltrotor kedepanya mungkin akan banyak di adopsi negara lain yang tak ingin ketinggalan jaman, karena bagaimanapun teknologi militer Amerika masih menjadi Benchmark Dunia.

At Least, Selamat untuk Valor sebagai Pemenang Future Long-Range Assault Aircraft . Setelah menyelesaikan fase Pengembangan dan Pengujian, kemungkinan Valor baru bisa di produksi massal pada 2025 mendatang.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *