Istana Petamburan dalam Tragedi Kekuasaan

HRS
Benturan dua Adidaya – Chinafocus

Kasamago.com — Pikiran dan hati ini sudah tidak tahan untuk segera di tuangkan dalam tulisan, fitnah, propaganda dan kebohongan senantiasa mengalir deras tanpa blokade melalui kanal media TV, Koran, Internet hingga fenomena Buzzer.

Hot Topic dan Citizen darling nya adalah Istana Petamburan, Hagia Sophia kasat mata yang dihuni sang tokoh Kharimatik Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam.

Istana Petamburan

Pasca penggulingan diktator Jakarta, Ahox melalui peristiwa bersejarah yang unbelieve and predictable, Trilogi Aksi Bela Islam dengan “212” sebagai puncak nya adalah mahakarya dari sosok Habib Rizieq Shihab (HRS) ,nama nya kian melangit membuat Istana Negara, Para Aristokrat, Konglomerat hitam panas dingin.

Serangan berbasis kekuatan Intelejen memaksa HRS Hijrah dari Jakarta ke Mekkah. 3 lebih Tahun berlalu, dengan dukungan Kekuatam tak terlihat HRS mendarat ke Indonesia dengan sambutan menggelegar dari masyarakat pendukung nya.

Babe Ridwan Saidi mem forecast ada 5 juta orang yang menyambut kedatangan HRS.
Ini Ancaman bagi Bandit Hitam yang mendompleng Kekuasaan Politik negeri.

Segera, mereka mengerahkan militer dari Koopsus untuk hanya sekedar Show of Force di depan Istana Petamburan. Lalu giliran Pangdam Jaya melepas baliho HRS. Sontak militer yang selama ini Netral di anggap sudah terkooptasi kekuatan politik pula.

Pelanggaran Protokol Kesehatan yang dilakukan HRS di maksimalkan Bandit Hitam (mendompleng Rezim) untuk menyeret HRS ke dalam jeruji Penjara.

Tragedi KM 50

Belum habis hiruk pikuk HRS dengan ancaman Protokol Kesehatan nya. Senin dini hari 7 Desember 2020, se nusantara di gegerkan atas terbunuh nya 6 Laskar FPI yang mengawal Perjalanan rombongan HRS di Tol Cikampek.
Polisi mengakui sebagai eksekutor nya, media TV dan mainstream menyudutkam dan memframing 6 laskar FPI seolah Teroris.

Publik geram karena sejuta kejanggalan di beberkan sendiri oleh oknum Polisi. Sedang apa Polisi Tersebut? Atas dasar apa menguntit HRS, apakah aksi ini perlu, Abuse of Power? Dugaan pelanggaran HAM mencuat, pakar hukum menyebut dalang Pembunuhan bisa diancam hukuman Mati karena melakukan Pembunuhan Berencana.

the Last Stand NKRI

Belum usai keributan Tragedi KM 50, HRS yang memenuhi panggilan Polisi akhirnya ditangkap dengan pasal yang dianggap publik ngawur dan dipaksakan. HRS di tangkap, esok nya masa pendukung nya berunjuk rasa di berbagai Kota khusus nya wilayah Jawa Barat dan Sumatera.

Puncak nya Aksi 1812 lalu yang menuntut Keadilan bagi HRS dan 6 laskar Pengawal nya. Meski tak sebesar 212 Aksi 1812 hanyalah wujud penegasan bahwa HRS masih memiliki dukungan kekuatan.

Siapa Bandit Hitam Sang Invisible Hand itu? Mereka yang ingin menguasai total Sumber Daya Alam Indonesia, menggantikan Mayoritas Etnis Jawa dan Melayu dengan Etnis baru sebagai Mayoritas, mengenyahkan Islam dari Indonesia, serta menempatkan Rakyat Indonesia hanya sebagai Konsumen, Perahan dan penonton.

At Least, Saya meyakini Front Pembela Islam (FPI) menjadi the one and the only one kekuatan Islam yang masih konsisten melawan di saat kekuatan Islam lain memilih Tiarap, Diam atau malah bersinergi.

Akan seperti apa kelanjutan HRS vs Bandit Hitam ditentukan oleh rakyat negeri ini sendiri.

Jika Diam, Bandit Hitam sukses mencapai Tujuan Utama nya. Jika Berjuang, bersiaplah berkorban harta, waktu, energi dan nyawa sekalipun. Itulah resiko menjadi Pahlawan dan Ksatria. Sengsara Dunia Nikmat Akhirat. InsyaAllah.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *