Malang nya Bandara JB Soedirman Purbalingga

Kasamago.com — The Frozen Birds. Burung burung yang membeku di atas langit Bandara Jendral Besar Sudirman.

Mendadak muncul kabar tidak sedap bahwa Maskapai penerbangan Citilink telah menghentikan Operasional nya di Bandara JB Soedirman Purbalingga. Menandakan terhenti nya aktifitas Penerbangan di bandara yang di gadang akan menjadi gerbang pariwisata dan Investasi nasional di kawasan Banyumas Raya.

Bandara JB Sudirman

Pengembangan dari Lanud Wirasaba milik TNI AU yang sudah ada sejak tahun 1947. Entah bagaimana kajian dan riset nya, Lanud ini di putuskan untuk di kembangkan menjadi bandar udara penerbangan Sipil. Jendral Besar Sudirman terpilih sebagai nama Bandara Prestisius ini.

Lalu pada 2019 lalu, proges pembangunan Runway dan Taxiway nya berjalan mulus tanpa hambatan. Hingga pada 3 Juni 2021, Presiden Joko widodo menapakan kaki nya di bandara ini sebagai tanda khusus peresmian bandara JB sudirman sekaligus memulai penerbangan perdana dengan Citilink sebagai maskapai nya.

Kebutuhan atau sensasi ?

Info dari teman yang pernah memakai jasa penerbangan dari Bandara JB sudirman, rute Tujuan yang baru dapat dilayani bandara ini masih sebatas Jakarta dan Surabaya. Jadi jika mau bepergian ke kota besar lain, musti transit dulu. Aneh,dengan penerbangan domestik dalam pulau masih harus di break transit. Entah bagaimana aturan nya, situasi dan kondisi nya sehingga maskapai belum yakin Peer to Peer.

Masadepan JB soedirman

kini mendengar kabar lagi dari Netizen yang mendapati satu satu nya maskapai di JB soedirman telah menghentikan penerbangan nya. Otomatis aktifitas Bandara terhenti sementara,lalu bagaimana masa depan Bandara ini ?

Menurut saya, pembangunan Bandara JB Soedirman belum ada landasan kebutuhan yang kuat, riset dan kajian nya pun sangat kilat, tidak melibatkan masukan pendapat dari banyak kalangan maupun masyarakat pada umum nya.

Walhasil ,unsur Keinginan dan harapan agar menjadi Infrstruktur yang mendongkrak ekonomi lebih di tonjolkan dan dipaksakan. Padahal, Warga Di Purbalingga dan sekitar nya masih terakomodir Transportasi darat. dan yang suka air traveling mereka lebih suka ke Jogja atau Jakarta sekalian.

Di cilacap pun sudah ada Bandara tunggul wulung yang masih beroperasi baik.. kenapa bukan bandara ini yang di optimalkan dan promosikan.

Last,inti nya belum ada urgensi akan kehadiran Bandara ini bagi masyarakat, dampak dapat mendongkrak ekonomi pun belum terwujud. Justru kian tidak pasti masa depan nya, semoga saja tidak bernasip nestapa seperti Bandara Kertajati. Dirancang sebagai gerbang Internasional, berakhir sebagai bengkel pesawat. Siapa yang rugi bandar ??

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *