#Pojok Bisnis : Bisnis Investasi bersama Teman? Waspadai Hal ini !

Masa Keretakan

Finally, apa yang saya cemaskan terjadi juga. Dengan keadaan uang yang telah memadai, akhirnya Teman saya tadi memutuskan menikahi pujaah hati yang telah dipacarinya bertahun tahun. Kabar gembira sekaligus mengkhawatirkan dari segi bisnis. ketika teman saya libur menikah, praktis trading terhambat dan pembagian keuntungan pada para nasabah pun ikut terhambat karena seluruh transaksi keuangan dan seluruh Dana ada di tangan Teman.

Seminggu pasca pernikahan, Sahabat saya yang telah meng investasikan dana mencapai puluhan juta mendadak komplain ke Saya karena Fee Hasil Investasi sudah terlambat hampir seminggu dan hal ini tidak bisa di tolerir , Image tidak professional mulai mengembang di mata Nasabah.

Saya segera berdialog dengan teman yang memegang kunci segalanya, berbagai masukan arahan dan himbauan saya tak di eksekusi dengan baik, dan ini berkali kali. Akhirnya dengan membawa kekecewaan berat, saya memilih kembali fokus ke Pekerjaan Utama.

Emosi Nasabah dan Awal keruntuhan Bisnis

Kekecewaan para Investor dan ketidak profesionalan teman semakin menjadi jadi, komplain dan kemarahan sahabat saya selalu berdenging hari berganti hari. Karena keterlambatan pembagian hasil Investasi telah molor dalam hitungan bulan, Sahabat saya lantas memutuskan penarikan total dana investasi karena telah terjadi WANPRESTASI.

Upaya penarikan seluruh dana Investasi sahabat saya pun tak berlangsung mulus, malah penuh hambatan, dan semakin membuka tabir bagaimana watak Teman bisnis saya yang tidak lihai berbisnis. Jalinan komunikasi antara teman dan para investornya tak berjalan baik, permintaan saya pada sang Teman untuk aktif menjaga hubungan dengan Investor gagal diwujudkannya.

Sahabat saya semakin emosi, kecewa berat, dan merasa tertipu.

Saya sendiri pun ikut merasa bersalah dan bertanggung jawab membawa bencana kepada sahabat saya. karena Sahabat berkenan ber investasi dalam jumlah besar karena kehadiran saya dalam bisnis Investasi ini.

Tetapi realitanya saya sendiri tak memiliki kuasa penuh atas bisnis ini. Ibarat sebuah acara, saya hanya sebagai cameo, sedang teman saya adalah pemainnya. Permintaan tolong sahabat saya untuk membantu menarik total dana nya, tak dapat saya lakukan dengan baik dan maksimal. Upaya persuasif yang saya lakukan masih belum menemui hasil dan Saya berharap permasalahan ini dapat diselesaikan tanpa harus bertemu muka di meja hijau.

Penutup

Itulah sekilas perjalanan bisnis Investasi saya bersama teman, bahwa menjalankan bisnis dengan teman atau siapapun itu rawan terjadi “konflik” ditengah jalan.  Penyebabnya biasanya karena masalah Ego, Uang dan Ambisi pribadi. Belajar dari kisah Saya ini,  Maka selalu waspadai :

1. Dengan Siapa kita Berbisnis, Layak, terpercaya, mampu atau tidak. Bisnis berkembang ketika terwujud sebuah Team atau Organisasi yang solid.

2. Sudahkan memiliki Sistem / S.O.P Bisnis yang mencakup semua hal? Sistem berguna agar semuanya berada dalam jalurnya dan mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang buruk

Reputasi jauh lebih bernilai daripada Harta Kekayaan

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *