Siap menjadi Exportir Persenjataan, Upaya Jepang mendegradasi Dominasi China ?

Jet Tempur
Mitsubishi F2

Kasamago.com — Pada 27 Mei 2022 lalu, Media Jepang mengangkat Headline Tentang Pemerintah Jepang yang mengijinkan Ekspor Persenjataan Militer seperti Jet Tempur Mitsubishi F2 ,Missil, dan aneka persenjataan lain nya pada 12 Negara yang sebagian memiliki persinggungan dengan China. Negara tersebut antara lain India, Australia, Beberapa Negara Eropa dan Negara di Asia Tenggara.

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa Ijin Ekspor ini adalah upaya Deterens menghadapi China dengan merangkul negara yang menandatangani kerjasama keamanan dengan Jepang. Negara tersebut adalah Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Amerika, Inggris, Australia, Jerman, Perancis dan Italia.

Jepang sendiri sejak 2014 telah melakukan aktifitas transfer perlengkapan persenjataan dan secara bertahap melonggarkan Peraturan yang melarak Ekpor persenjataan nya. Masif nya pergerakan militer China yang mengancam Eksitensi Taiwan, konflik wilayah dengan Jepang dan negara kawasan, membuat Pemerintah Jepang membuka Kesempatan Militer nya untuk berbenah ,dari semula Defensif menjadi mode Siaga Tempur. 

Baca : dwioktanugroho.wordpress.com menghayatidanbelajardarikonflikkepulauansenkakudiaoyu

Salah pertanda perubahan strategi Militer Jepang (Japan Self Defence Force ) adalah Kehadiran Kapal Induk Helikopter JS IZUMO pada 2013 silam, yang lantas pada 2021 di ubah Menjadi Kapal Induk Jet Tempur berkemampuan VSTOL serta lahirnya Kesatuan tempur berklafisifikasi marinir untuk pertama kalinya pasca Perang Dunia II, yakni The Amphibious Rapid Deployment Brigade alias Japan Marine Corp, dibawah komando Japan Ground Self-Defense Force. Unit tempur ini menjadi upaya reaktif Jepang menghadapi berbagai Konflik Kepulauan, khususnya terhadap China.

Jepang
Japanese Missiles and Radar

Menelisik Produk Ekpor Jepang

Jepang adalah Negara Industri Maju termasuk di bidang Pertahanan yang dikebiri secara regulasi dengan larangan Ekports senjata strategis mematikan. Situasi Kondisi Geopolitik dan Keamanan memaksa Jepang untuk segera berbenah dan meregulasi aturan tersebut. Inilah kesempatan Emas bagi Jepang untuk menunjukan kepiawaian nya meracik persenjataan pada dunia.

Diantara Persenjataan berat yang mendapat Ijin Ekspor adalah Jet Tempur Mitsubishi F2, Misil Anti Pesawat Jarak Menengah, dan Radar. Masing masing jenis senjata akan di tawarkan pada negara disesuaikan dengan kebutuhan nya. Seperti Jet Tempur F2 akan ditawarkan pada negara dengan Budget Rendah namun mendapat Pesawat dengan Kemampuan Di atas Jet Tempur kelas medium. Misil Anti Pesawat dan kapal buatan Mitsubishi beserta Radar yang sudah sepakat diguanakan Filipina.

Karena sebagai sarana mempererat aliansi dan upaya mengambar penetrasi militer China, tentu Jepang memberikan layanan spesial dalam penjualan persenjataannya. Secara Politis, Pengaruh Jepang tidak tenggelam di hadapan China dan berpeluang meningkatkan Keaktifannya menjaga stabilitas keamanan di kawasan.

Last, Penyebaran Persenjataan Buatan Jepang berikut teknologinya di negara sahabat yang memiliki konsen serupa menghadapi pengaruh China, diharapkan memberikan kemudahan dan percepatan dalam memobilisasi, Operasional, Perawatan dan Koordinasi. Secara tidak langsung suatu aliansi keamanan telah berdiri dengan Jepang sebagai Motor Penggerak.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *