The Closet, Horor yang mendidik

The Closet
The Closet – pic by heavenofhorror

Kasamago.com – – Sembari menanti kehadiran film Peninsula dalam Harddisk saya, guna mengisi kekosongan ruang dan waktu, saya pun melirik film The Closet dan menontonnya sesegera mungkin. Di bintangi oleh aktor Ha Jung-wo (Along with the Gods) dan Kim Nam-gil (Queen Seon Deok), bagi penikmat film korea, kedua bintang ini sangatlah familiar :D.

INTRO

The Closet memang seperti film horor pada umum nya, apalagi plot story nya sedikit mirip dengan Insidous dengan cita rasa Korea. Namun yang membuat saya terkesima dan memberikan applause bagi film ini adalah makna yang hendak ditujukan kepada pemirsanya, khususnya para orang tua yang masih memiliki anak kecil.

As we know, kekerasan dapat terjadi terhadap siapa saja dan dilakukan oleh siapa saja, tanpa terkecuali hubungan Ayah dan Anak nya, inilah Core Point utama dari film horor The Closet. Kekerasan Ayah kepada anak nya sangat beragam, dari fisik, verbal hingga pengabaian. Banyak Orang tua yang lebih mementingkan ego dan pencapaian karirnya sendiri ketimbang meluangkan waktu bersama anak-anak nya.

Anak yang mengalami kekerasan, pada akhirnya akan memendam kebencian dan memupuk dendam, kematian sang Anak membuatnya menarik kekuatan gelap dan mengubah mereka menjadi Iblis. Iblis ini akan mendatangi anak anak yang mengalami kekerasan dan mengajak mereka menjadi iblis seperti diri nya.

STORY

Arsitek sukses, Sang Won dan anaknya Yi-na menempati sebuah rumah besar di tengah hutan sebagai bentuk menentramkan hati sejak kehilangan Istri nya dalam kecelaaan mobil satu tahun lalu. Kematian Ibu nya membuat Yi-na menjadi pemurung akut, Ayah nya semakin mempertajam kesedihan Yi-na karena lebih fokus pada karirnya.

Ketika sedang murung di kamarnya, Iblis yang tercipta dari seorang anak bernama Myung-Jin yang disiksa ayahnya pada 1998 silam merasuki tubuh Yi-Na ,seketika tingkah nya menjadi aneh dan berbeda dari Yi-Na sebelumnya. Sang Won curiga namun pekerjaanya menutupi rasa curiga itu.

Sang Won berencana mengirip Yi-na ke Camp sekolah musik elit agar dirinya bisa selalu ditempat Proyek selama 2 bulan. Mendengar ini, Yi-Na memilih pergi bersama Sang Iblis ke dunia roh. 1 bulan berlalu, hilangnya Yi-Na membuat Sang Woon stress dan publik korea justru menganggapnya sebagai pembunuh anaknya sendiri.

Kyung Hoon, Sang Exorcist yang mendengar berita ini hadir membantu Sang Woon, dengan perlengkapan Ghostbuster nya, Kyung Hoon dan Sang Woon saling bekerja sama. Keduanya harus berpacu dengan waktu, karena masa transisi kematian 49 hari menyisakan 3 hari bagi Yi-Na.

CONCLUSION

The Closet menyinggung film Along with the Gods dan Interstellar untuk menjelaskan tentang dunia roh ,lucu nya pemeran utama film Along with the Gods adalah aktor utama the Closet sendiri. Fun rasanya ditengah nuansa horor yang dibangun sepanjang film.

Pada akhirnya, Yi-Na berhasil diselamatkan, dan Myu-Jin kembali menjadi roh, tetapi di akhir film, The Closet memberikan Clue, bahwa soso Iblis seperti Myung Jin akan terus ada selama masih ada kekearasan terhadap anak anak hingga meninggal, Sebuah lingkaran setan yang tak akan terus berputar. 

Last, Pesan mendalam bagi Orang Tua, Anak adalah Investasi, Mendidik dan Membahagiakan anak adalah Ibadah, dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Usia 0 – 10 tahun adalah usia emas dimana sang anak sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya.

Karir adalah Pilihan, Kebahagiaan Anak adalah pertanggungjawaban.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *