Unmanned Wars

Robot
Robot – Armytimes

Kasamago.com – Perang antara Azerbaijan vs Armenia dalam memperebutkan wilayah Pegunungan Nagorno – Karabakh berlangsung singkat namun sangat mematikan kedua belah pihak, dimana korban Azerbaijan maupun Armenia mencapai 2000 an jiwa. Yang menarik dari pertempuran ini adalah keterlibatan kekuatan Drone Azerbaijan yang sanggup menjadi turning point bagi kemenangan Azerbaijan mendapatkan kembali Nagorno Karabakah.

Seperti yang sudah saya ulas tentang peran penting dan keunggulan Teknologi Drone (UAV) di era perang masa kini : (Drone dan Militerisasi Luar Angkasa) ,Drone begitu efektif dan realible menghajar jantung persenjataan ,logistik dan pusat komando lawat. Tentu dengan mempertimbangkan strategi, wilayah dan sistem pertahanan udara lawan. Apa yang terjadi di Nagorno Karabakh terus mengibarkan performa Drone dalam tugas pertempuran yang selama ini di motori oleh Amerika melalui MQ 9 Reaper nya, dan Kini Azerbaijan, negara kecil di Kaukasus mencuri pertahatian militer dunia dengan Drone canggih buatan Turki, Bayraktar TB2. Drone berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang diproduksi oleh Baykar Makina, memiliki daya jelajah lebih dari 150 kilometer ,durabilitas 24 jam dan kecepatan maksimum 220 km/jam.

Unmanned Wars, Masa Depan

Hampir semua matra, bahkan Space Force milik Us pun menyediakan dan mengempakan persenjataan tak berawak (Unmanned), Tank Robot, Kapal Selam nirawak (UUV), dan Drone (UAV). Berbeda dengan Drone yang sudah mencatatkan banyak keberhasilan dalam pertempuran nyata, UUV adalah yang paling muda, penerapannya dalam pertempuran dilapangan akan sulit dibuktikan atau meraih populisme media karena sifat dan kelas nya sebagai yang sangat rahasia. (baca : Poseidon dan Kedigdayaan Militer Rusia

Disisi angkatan darat, penggunaan robot akan lebih kompleks dan bervariatif. Drone mini untuk pengintaian dan suicide bomb pun dapat dibawa pasukan infantri, robot anti ranjau, robot demolisi, robot defuser, robot scouting, dan robot robot lain nya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Robot Everywhere, itulah dua kata dalam pertempuran modern yang akan menjadi haluan utama pertempuran.

Meski segala nya tampak akan mengandalkan teknologi robot dan nirawak, keberadaan mereka tak sepenuh nya menggantikan peran para manusia. Hanya pada batas dan kondisi tertentu yang diluar jangkaun normal manusia, seperti melihat dari ketinggian, menyusuri terowongan gelap, memasuki zona ranjau, menerobos barikade lawan atau menghadapi penyergapan barulah para pasukan mesin menemukan momentum nya. Menutupi keterbatasan yang dimiliki manusia.

Google War

Sulit memisahkan teknologi Unmaned dan sistem kecerdasan buatan (A.I) ,keduanya bertalian erat. Sehingga muncul sebuah istilah trendis yakni GoogleWar, semacam panduan pertempuran bagi para tentara dilapangan. Bagaimana dilapangan, pasukan mendapatkan informasi taktis dan akurat dalam pertempuran. 

Menarik jika muncul sebuah teknologi semacam Google War yang mengintergasikan seluruh informasi yang dihasilkan para Unmaned machine di Laut , Darat dan Udara lalu mengolahnya menjadi gudang informasi yang dapat dibutuhkan pasukan dilapangan. Last, situasi dan perkembangan teknologi robotika jelas merubah segala pandangan para komandan dan prajurit di lapangan, Azerbaijan, Armenia, Turki, Amerika, Israel, Russia, Iran adalah segelintir Negara yang sudah menikmati perkembangan ini. 

Baca : War V1, Robot Tank buatan Indonesia

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *